-
113 CfDS Case Study – Memahami Penerimaan Publik terhadap Tren Ghiblifikasi di X/Twitter Menggunakan Analisis Sentimen dan Pemodelan Topik
21/07/2025 -
Ketika Mesin Bertemu Perkebunan: Teknologi Digital dan Keberlanjutan Multispesies
10/07/2025 -
Suara yang Terancam: Implikasi dari Revisi RUU Penyiaran bagi Kebebasan Berbicara dan Berekspresi di Indonesia
10/07/2025 -
Kekuasaan Algoritma di Balik Gembar-gembor Promosi Program Afiliasi Media Sosial
23/06/2025 -
Bogus Employment di Balik ‘Profesi’ Pengemudi Ojek Online: Negara Hadir dalam Statistik, Absen dalam Perlindungan
19/06/2025 -
112 CfDS Case Study – Memahami Daya Tarik Curhat kepada AI: Studi Etnografi Digital melalui Cuitan di Indonesia
17/06/2025 -
Metavoicing melalui Add Yours: Seberapa Efektif Fitur Add Yours di Instagram terhadap Aktivisme Digital?
11/06/2025 -
Pemberontakan Huruf Kecil: Bahasa, Kekuasaan, dan Generasi Muda di Era Digital
11/06/2025 -
#51 Digitimes – Kampanye AI sebagai Terobosan Blunder KOMDIGI
23/05/2025 -
AI Paradox: Invisible Labor in the Age of Automation
02/05/2025 -
‘Gender War’ di Media Sosial: Kritik Teknofeminis terhadap Siberfeminisme
02/05/2025 -
[RILIS PERS] Tingkatkan Kemampuan ASN dalam Penguasaan AI, CfDS UGM Raih Nominasi WSIS Prizes 2025 melalui AI Policy & Skilling Lab
30/04/2025











