- 22/04/2024
- Categories: Siaran Pers, Uncategorized
Yogyakarta – Di tengah masifnya penggunaan aplikasi digital maupun pengaksesan situs web, unsur user interface dan user experience (UI/UX) menjadi elemen penting dalam mengembangkan sebuah produk digital. . Komponen ini memudahkan pengguna dalam berinteraksi dengan produk digital, sehingga dapat membangun kepercayaan pengguna dan reputasi perusahaan. Memahami hal ini, Center for Digital Society (CfDS) menghadirkan workshop pelatihan desain UI/UX praktis dalam Digital Practice #8: “UI/UX Essentials: Basic Beginner’s Guide to Digital Design”. Ardhani Putra Wiratma, UI/UX Desainer RupaRupa (Kawan Lama Group), menjadi pemateri yang turut dimoderatori oleh oleh Hanny Handayani (Graphic Design Assistant CfDS).
Konsep Dasar UI/UX
Membuka sesi pelatihan,Ardhani menjelaskan mengenai konsep mendasar terkait UI dan UX. UI merupakan tampak antarmuka dengan fokus memperindah tampilan suatu produk digital, sedangkan UX adalah perasaan dan pengalaman yang didapat pengguna saat menggunakan produk digital tersebut, dengan fokus menciptakan kepuasan. “Kedua hal ini tentunya berkaitan satu sama lain, tepatnya untuk memudahkan pengguna baru dalam berinteraksi di dalam platform digital,” tekan Ardhani. Pendesainan UI/UX yang baik harusmempertimbangkan beberapa prinsip, seperti kejelasan, konsistensi, umpan balik, fleksibilitas, dan efisiensi.
Melalui proses tersebut, pengembang platform digital dapat secara mudah menentukan elemen yang digunakan. Elemen-elemen tersebut antara lain: Pertama,teori warna yang memengaruhi seluruh pengalaman pengguna. Warna yang tepat dapat menciptakan desain yang menarik secara visual. Kedua, pengembang harus mendukung aspek pengalaman pengguna dalam hal tipografi, yang kemudian diselesaikan dengan elemen tata letak untuk mengatur elemen-elemen desain. Terakhir, pemilihan ikon dalam merepresentasikan visual untuk tindakan, objek, dan konsep tertentu, dengan fungsi sebagai penguat konsistensi branding.
Pembuatan Design User Experience
Mengawali pembuatan desain UX yang menarik, Ardhani menggarisbawahi pentingnya strategic user research. “Untuk memberikan pengalaman penggunaan produk digital yang menarik bagi pengguna, pengembang harus mementingkan metode user research yang berfokus dalam memahami perilaku pengguna,” tuturnya. Riset tersebut dilakukan melalui teknik observasi, analisis tugas, dan metodologi feedback. Hal ini perlu dilakukan untuk menyatukan kedua perspektif yang berbeda, termasuk dari pengguna baru, sehingga akan melahirkan inovasi.. Metode ini dilakukan dalam tiga tahapan, yakni pada awal periode melalui in-depth interview competitive analyst, di pertengahan periode melalui metode usability testing, dan setelah perilisan melalui usability testing product analytics.
Ardhani juga secara langsung mendemonstrasikan pendesainan dan penggunaan layanan UI/UX melalui Figma.. Menurutnya, penggunaan aplikasi ini sedang menjamur, karena selain pengoperasiannya yang mudah, pengembang produk digital tidak perlu membayar sepeserpun. Tool ini dapat digunakan untuk wireframing, UI design, dan prototyping.
“UI/UX merupakan satu kesatuan penting yang tidak dapat dipisahkan. Layanan ini hadir untuk memecahkan permasalahan yang ada di kehidupan manusia, seperti Gojek yang merupakan hasil dari penyederhanaan ide tarif ojek dari satu daerah ke daerah lainnya,” tutur Ardhani menutup sesi pelatihannya.
Mendukung transformasi digital serta peningkatan literasi dan kecakapan digital di kalangan masyarakat, CfDS berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sejenis. Melalui Digital Practice, CfDS akan selalu aktif memberikan ruang bagi masyarakat dalam mengembangkan keterampilan digitalnya.
Penulis: Muhammad Alfasya Syabil Sholatar
Penyunting: Allysa Putri Rendry