- 03/10/2025
- Category: Siaran Pers
Yogyakarta, 29 September 2025 – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, menjadi pengajar dalam rangkaian Mata Kuliah Kecerdasan Digital (MKKD) 2025 yang diselenggarakan oleh Center for Digital Society (CfDS) dan Fisipol UGM. Pada sesi yang dilaksanakan secara daring dihadiri lebih dari 850 peserta, Wamen Nezar Patria membawakan topik terkait, “AI dan Sektor Publik: Pelayanan Publik, Birokrasi, dan Negara”. Sesi ini secara khusus menyoroti perkembangan pesat Kecerdasan Artifisial (AI) bukan hanya sebagai persoalan teknis, melainkan strategi nasional untuk menjaga kedaulatan digital.
Dalam pemaparannya, Nezar menyoroti bahwa AI tengah memasuki fase baru. Setelah generative AI yang mampu menghasilkan teks, gambar, dan data baru, dunia kini menuju ke physical AI, di mana mesin berinteraksi langsung dengan kehidupan fisik manusia. Perubahan ini membuka peluang besar dalam efisiensi dan inovasi, namun juga menghadirkan tantangan serius seperti akuntabilitas, keamanan, dan potensi penyalahgunaan. Menurutnya, dampak negatif yang transformatif harus didiskusikan lebih lanjut untuk diantisipasi karena AI tidak hanya sebagai sebuah teknologi tetapi soal kekuasaan dalam konteks geopolitik.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen pasif AI. Kita harus menjadi pemain aktif yang mampu mengembangkan AI sesuai kebutuhan nasional, sekaligus memitigasi risiko ketergantungan pada teknologi luar negeri,” ujar Nezar.


Nezar juga menekankan dimensi geopolitik AI, terutama rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar pasif dari dua kekuatan ini. Dalam proyeksi ini Indonesia harus memiliki kemampuan untuk resisten dengan memiliki Infrastruktur, dan sumber daya manusia yang mendukung. Dengan proyeksi nilai ekonomi hingga USD 243 miliar di sektor manufaktur, konstruksi, dan ritel, pengembangan AI domestik sangat mendesak untuk memperkuat daya saing nasional. Tantangannya adalah masih lemahnya ekosistem riset dan kolaborasi antara sektor publik dan privat.
CfDS FISIPOL UGM menyelenggarakan MKKD sebagai program tahunan yang berkomitmen meningkatkan literasi digital. Kelas ini menjadi inisiatif dalam pembentukan kesiapan ekosistem digital, melalui peningkatan literasi, penguatan kapasitas, serta penyediaan ruang dialog. Menutup paparannya, Wamen Nezar Patria berpesan kepada peserta MKKD untuk tidak sekadar menjadi pengguna atau pemain pasif, melainkan menjadi pemain aktif dan strategis dalam inovasi AI. “AI bukan hanya tentang algoritma atau teknologi canggih, tetapi juga tentang bagaimana kita memastikan teknologi ini memberi manfaat nyata bagi manusia dan bangsa”.
Penulis: Azka Amananda Putri
Penyunting: Masgustian
Tentang Mata Kuliah Kecerdasan Digital (MKKD) merupakan mata kuliah yang diinisiasi oleh Center for Digital Society (CfDS) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada. CfDS, sebagai salah satu pusat studi yang fokus meningkatkan indeks literasi digital masyarakat Indonesia, menghadirkan MKKD sebagai wadah pembelajaran yang fleksibel, berkualitas, dan relevan dengan isu-isu digital terkini. Perkuliahan ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya, baik bagi civitas akademika di seluruh perguruan tinggi di Indonesia maupun masyarakat luas yang tertarik pada isu sosial dan teknologi. Selain itu, MKKD juga memberikan pengalaman belajar di kampus bagi peserta yang sedang mempersiapkan diri untuk perkuliahan.
Tentang Center for Digital Society (CfDS) adalah pusat penelitian di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada. CfDS Fisipol UGM berfokus pada kajian masyarakat digital. Melalui berbagai penelitian dan acara diskusi publik, CfDS Fisipol UGM menyediakan sumber daya edukasi kepada masyarakat tentang dampak teknologi terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dimensi sosial, politik, dan ekonomi.
Kontak Media
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi +62 857-9931-2383 (Masgustian)
atau melalui email cfds.fisipol@ugm.ac.id.