Terobosan “Sputnik” DeepSeek: Model Bahasa Besar dalam Kontestasi Tekno-Geopolitik antara AS dan Tiongkok

Author: Emira Anjani
Editor: Hafiz Noer

Hanya dalam hitungan minggu, model DeepSeek R1 telah mengguncang dunia dan menggeser dominasi ChatGPT-4o sebagai Large Language Model (LLM) terdepan. Peluncurannya yang baru-baru ini telah mempercepat intensifikasi persaingan teknologi antara Amerika Serikat dan Tiongkok, mengubah lanskap inovasi kecerdasan buatan (AI). DeepSeek didirikan oleh Liang Wenfeng pada tahun 2023 di bawah operasi dan manajemen perusahaan teknologi yang berbasis di Hangzhou.[1] Dari segi fungsionalitas, DeepSeek umumnya dianggap setara dengan ChatGPT, meskipun beberapa pihak berpendapat bahwa model ini relatif lebih ideal untuk penyelesaian masalah teknis dan tugas spesifik domain, sedangkan ChatGPT lebih sesuai untuk penggunaan sehari-hari dan pekerjaan kreatif. Pengguna juga melaporkan bahwa natural language output DeepSeek lebih kontekstual dan berorientasi pada perintah yang diberikan, sementara ChatGPT lebih bersifat ramah secara alami layaknya percakapan antar manusia; faktor ini mungkin dapat mempengaruhi preferensi pengguna, tetapi tidak serta merta menentukan keunggulan komparatif.[2] Terlepas dari model mana yang memiliki keunggulan operasional, dominasi dua tahun ChatGPT sebagai LLM global utama tampaknya mulai menghadapi tantangan dengan hadirnya DeepSeek sebagai alternatif chatbot AI yang lebih canggih.

Dari perspektif geopolitik dan persaingan teknologi, kemunculan DeepSeek mencerminkan pergeseran lanskap AI global dari unipolaritas ke bipolaritas. Pergeseran ini menandakan keberhasilan Tiongkok dalam menjaga keseimbangan kekuatan terhadap AS dalam perebutan kepemimpinan global yang semakin intens. Dalam batas tertentu, pergeseran ini menyerupai momen “Sputnik” bagi AS yang mengganggu dan mengancam posisi tekno-geopolitiknya. Berdasarkan premis yang sudah disebutkan, artikel ini bertujuan untuk meneliti lebih lanjut bagaimana DeepSeek menantang dominasi AI AS. Analisis ini dibagi menjadi dua bagian: pertama, memberikan tinjauan konseptual tentang tekno-geopolitik, khususnya dalam konteks rivalitas AS-Tiongkok. Bagian ini menyoroti bahwa AI telah menjadi objek persaingan dalam hubungan kompleks antara dua kekuatan internasional besar. Selanjutnya, artikel ini menelaah bagaimana DeepSeek mengganggu dominasi AI AS dengan berfokus pada dua aspek utama: model bisnis Amerika dan demokratisasi kapabilitas AI.

AI sebagai Instrumen Tekno-Geopolitik

Wong (2021) berpendapat bahwa di balik rivalitas ekonomi AS-Tiongkok terdapat “more deep-seated competition for structural power” untuk memperoleh pengaruh sosial dan politik global, dengan teknologi sebagai kunci utamanya. Teknologi memainkan peran sentral dalam menentukan posisi geopolitik negara, sehingga muncul konsep tekno-geopolitik. Kekalahan total Jepang dalam Perang Dunia II, misalnya, menunjukkan bagaimana superioritas teknologi dapat secara signifikan mengubah hasil peristiwa sesuai dengan kepentingan suatu negara. Kemajuan teknologi berperan dalam mentransformasi industri, mendefinisikan kembali langkah-langkah keamanan, dan memengaruhi arah perkembangan sosial.[3] Dengan demikian, secara definisi, tekno-geopolitik mengacu pada interaksi kompleks antara teknologi dan geopolitik yang tidak hanya mendefinisikan dinamika global tetapi juga struktur kekuasaan.[4]

Persaingan untuk mendominasi teknologi sangat terlihat dalam rivalitas AS-Tiongkok, di mana Tiongkok telah berkembang dari sekadar produsen produk buatan Amerika menjadi pesaing strategis AS di garis depan penelitian dan inovasi. Salah satu dimensi utama dari perlombaan teknologi AS-Tiongkok adalah penguasaan AI Hal ini disebabkan oleh kemampuan transformatif AI dalam mendorong ekspansi ekonomi, operasi pertahanan nasional, terobosan ilmiah dan teknologi, peningkatan tata kelola global, tren transnasional, dan perubahan sosial.[5] Namun, penting untuk ditekankan bahwa perlombaan AI saat ini berbeda dari perlombaan senjata nuklir selama Perang Dingin. Senjata adalah “teknologi komando” (command technology) yang memberikan keunggulan kompetitif bagi negara dalam menentukan hasil situasi kritis dan mengejar keamanan nasional. Sementara itu, AI lebih tepat dikategorikan sebagai “teknologi strategis” (strategic technology) yang mempengaruhi pengambilan keputusan, mengotomatiskan proses kompleks, dan membentuk lanskap geopolitik serta ekonomi—menjadikannya alat penting untuk dominasi dan inovasi jangka panjang.

DeepSeek sebagai Pengganggu Model Bisnis dan Eksklusivitas

Secara umum, AS memiliki keunggulan jelas dalam kapabilitas AI dibandingkan negara lain. Hal ini terutama berlaku dalam domain model bahasa besar, dengan ChatGPT berada di garis depan.[6] Konsep LLM telah ada sejak awal abad ke-20, tetapi peluncuran ChatGPT oleh OpenAI pada akhir 2022 mendorong perkembangan pesat dan adopsi luas AI generatif.[7] Muncul begitu saja tanpa peringatan, ChatGPT menunjukkan bahwa mesin tidak hanya dapat ‘mempelajari’ seluk-beluk bahasa manusia, tetapi juga dapat ‘meniru’ kompleksitas dan subjektivitas interaksi manusia.[8] Dengan lebih dari 400 juta pengguna aktif mingguan per Februari 2025, peran ChatGPT dalam mendefinisikan standar AI mendorong lebih banyak inovasi dan evolusi di berbagai industri.[9] Keberhasilan ChatGPT, yang ditandai dengan adopsinya yang luas, telah menciptakan ketergantungan teknologi di kalangan masyarakat perkotaan, semakin memperkuat pengaruh AS dalam lanskap AI global. Kemunculan DeepSeek, yang mulai menantang dominasi ChatGPT, semakin dianggap sebagai ancaman bagi AS. Hal ini terutama karena kerangka operasional DeepSeek mengganggu model bisnis ChatGPT dan berpotensi mengubah ekonomi industri AI serta melemahkan superioritas tekno-geopolitik AS. Gangguan ini dapat dikategorikan ke dalam dua aspek utama: aksesibilitas dan demokratisasi.

DeepSeek lebih murah untuk dikembangkan dan bahkan gratis untuk diakses—setidaknya untuk saat ini, karena belum ada informasi terkait kemungkinan komersialisasi model R1 di masa depan. Terdapat anggapan bahwa pengembangan model bahasa terdepan memerlukan sumber daya teknis dan finansial yang sangat besar. Menurut Sam Altman, CEO OpenAI, biaya pelatihan ChatGPT-4o saja mencapai $100 juta.[10] Angka ini belum mencakup biaya tambahan seperti pengembangan, penyempurnaan, dan operasionalisasi, yang jauh lebih tinggi. Sebaliknya, biaya pelatihan dan inferensi DeepSeek dikatakan kurang dari $6 juta, sementara model ini terbukti beroperasi dengan akurasi yang sangat baik dan dapat bersaing dengan ChatGPT.[11] Ditambah lagi, dari sisi pengguna, harga layanan DeepSeek jauh lebih terjangkau dibandingkan ChatGPT.[12] Perbedaan mencolok dalam hal keterjangkauan dan aksesibilitas dapat mengalihkan ketergantungan global dari ChatGPT dan perusahaan teknologi Amerika—tidak hanya di kalangan pengguna, tetapi juga di antara investor saat ini dan masa depan. Selain itu, karena pendapatan OpenAI bergantung pada langganan dan kemitraan perusahaan, biaya inferensi DeepSeek yang rendah—tanpa mengorbankan efisiensi operasionalnya—dapat melemahkan daya saing OpenAI dan mengurangi pendapatan jangka panjangnya.

Selanjutnya, berbeda dengan ChatGPT yang beroperasi sebagai teknologi eksklusif, model DeepSeek R1 sepenuhnya bersifat open-source.[13] Hal ini memungkinkan perusahaan teknologi, organisasi, dan individu dengan sumber daya memadai untuk menggunakan, menyesuaikan, dan bahkan memonetisasi model R1 tanpa batasan.[14] Dengan lisensi MIT yang permisif, model R1 memastikan aksesibilitas luas dan kredibilitas distribusi. Meskipun demikian, keterbukaan ini membawa keuntungan sekaligus tantangan. Demokratisasi AI memungkinkan persaingan yang lebih luas, tetapi juga membuka kemungkinan penyalahgunaan, yang dapat mengancam keamanan global dan kedaulatan digital. Dengan semakin luasnya akses terhadap teknologi AI canggih, dinamika tekno-geopolitik yang sebelumnya bipolar antara AS dan Tiongkok dapat bertransisi ke multipolar, menghadirkan tantangan baru dalam pengelolaan dan pengendalian AI secara global.

Namun, perdebatan mengenai AI open-source tidak hanya sebatas dilema teknis atau etis; ia juga memiliki bobot geopolitik yang signifikan. Seiring dengan meningkatnya aksesibilitas AI di Tiongkok melalui model DeepSeek R1, dominasi AS dalam pengembangan AI mengalami erosi yang cepat. Bahkan tanpa mempertimbangkan potensi penyalahgunaan sebagaimana telah dibahas sebelumnya, desentralisasi model AI memungkinkan para pesaing asing untuk mengembangkan AI mutakhir tanpa ketergantungan pada teknologi Amerika. Hal ini berimplikasi pada menurunnya pengaruh AS dalam penyebaran AI secara global serta melemahnya daya tawar teknologinya. Selain itu, dengan model open-source yang memungkinkan AI dikembangkan dan disempurnakan secara bebas, negara-negara yang telah dikenai sanksi strategis oleh AS dalam hal akses terhadap alat dan teknologi tertentu—seperti GPU NVIDIA—termasuk Rusia dan Iran, kini dapat memperoleh model AI yang kuat, sehingga mengurangi dampak ekonomi dan politik dari sanksi AS.[15] Pada akhirnya, demokratisasi kapabilitas AI membuka jalan bagi munculnya aktor-aktor AI yang lebih berpengaruh, yang dapat menggeser dinamika tekno-geopolitik AI dari bipolar menuju multipolar.


  1. Baptista, Eduardo. “What Is DeepSeek and Why Is It Disrupting the AI Sector? | Reuters.” Reuters, January 29, 2025. https://www.reuters.com/technology/artificial-intelligence/what-is-deepseek-why-is-it-disrupting-ai-sector-2025-01-27/. ↑

  2. Kumar, Shubham. “DeepSeek vs ChatGPT: Comparison of Best AI Titans in 2025.” GeeksforGeeks (blog), February 10, 2025. https://www.geeksforgeeks.org/deepseek-vs-chatgpt/. ↑

  3. Sultan, Burree. “Techno-Geopolitics: Unearthing the Future Landscape through the Lens of Technology.” Modern Diplomacy, August 30, 2023. https://moderndiplomacy.eu/2023/08/30/techno-geopolitics-unearthing-the-future-landscape-through-the-lens-of-technology/. ↑

  4. Hass, Ryan. “U.S.-China Relations: The Search for a New Equilibrium.” Brookings Institution, February 2020. https://www.brookings.edu/wp-content/uploads/2020/02/FP_2020026_us_china_relations_hass.pdf. ↑

  5. Valladão, Alfredo G A. “Artificial Intelligence and Political Science,” September 2018. https://www.policycenter.ma/sites/default/files/OCPPC-PP1807_0.pdf. ↑

  6. Sultan, Burree. “Techno-Geopolitics: Unearthing the Future Landscape through the Lens of Technology.” Modern Diplomacy, August 30, 2023. https://moderndiplomacy.eu/2023/08/30/techno-geopolitics-unearthing-the-future-landscape-through-the-lens-of-technology/. ↑

  7. Foote, Keith D. “A Brief History of Large Language Models.” DATAVERSITY, December 28, 2023. https://www.dataversity.net/a-brief-history-of-large-language-models/. ↑

  8. Marr, Bernard. “A Short History Of ChatGPT: How We Got To Where We Are Today.” Forbes, May 19, 2023. https://www.forbes.com/sites/bernardmarr/2023/05/19/a-short-history-of-chatgpt-how-we-got-to-where-we-are-today/. ↑

  9. Carino, Meghan McCarty. “ChatGPT Now Has 400 Million Weekly Users — and Lots of Competition.” Marketplace, February 20, 2025. https://www.marketplace.org/2025/02/20/chatgpt-now-has-400-million-weekly-users-and-a-lot-of-competition/.; Marr, Bernard. “A Short History Of ChatGPT: How We Got To Where We Are Today.” Forbes, May 19, 2023. https://www.forbes.com/sites/bernardmarr/2023/05/19/a-short-history-of-chatgpt-how-we-got-to-where-we-are-today/. ↑

  10. Knight, Will. “OpenAI’s CEO Says the Age of Giant AI Models Is Already Over | WIRED,” April 17, 2023. https://www.wired.com/story/openai-ceo-sam-altman-the-age-of-giant-ai-models-is-already-over/. ↑

  11. The Economic Times. “DeepSeek AI Cost: Chinese AI Startup DeepSeek’s $6 Million vs $250 Billion of Big US Cloud Companies: What about Privacy Concerns? – The Economic Times.” News. The Economic Times, January 28, 2025. https://economictimes.indiatimes.com/news/international/us/chinese-ai-startup-deepseeks-6-million-vs-250-billion-of-big-us-cloud-companies-what-about-privacy-concerns/articleshow/117648917.cms?from=mdr. ↑

  12. Baptista, Eduardo. “What Is DeepSeek and Why Is It Disrupting the AI Sector? | Reuters.” Reuters, January 29, 2025. https://www.reuters.com/technology/artificial-intelligence/what-is-deepseek-why-is-it-disrupting-ai-sector-2025-01-27/. ↑

  13. Kerner, Sean Michael. “DeepSeek Explained: Everything You Need to Know.” WhatIs, February 6, 2025. https://www.techtarget.com/whatis/feature/DeepSeek-explained-Everything-you-need-to-know. ↑

  14. Naughton, John. “DeepSeek: Cheap, Powerful Chinese AI for All. What Could Possibly Go Wrong?” The Guardian, February 1, 2025, sec. Technology. https://www.theguardian.com/technology/2025/feb/01/ai-deepseek-cheap-china-google-apple. ↑

  15. Normile, Dennis. “Chinese Firm’s Faster, Cheaper AI Language Model Makes a Splash.” Magazine. Science, January 15, 2025. https://www.science.org/content/article/chinese-firm-s-faster-cheaper-ai-language-model-makes-splash. ↑


Tinjauan Pustaka

Baptista, Eduardo. “What Is DeepSeek and Why Is It Disrupting the AI Sector? | Reuters.” Reuters, January 29, 2025. https://www.reuters.com/technology/artificial-intelligence/what-is-deepseek-why-is-it-disrupting-ai-sector-2025-01-27/.

Carino, Meghan McCarty. “ChatGPT Now Has 400 Million Weekly Users — and Lots of Competition.” Marketplace, February 20, 2025. https://www.marketplace.org/2025/02/20/chatgpt-now-has-400-million-weekly-users-and-a-lot-of-competition/.

Foote, Keith D. “A Brief History of Large Language Models.” DATAVERSITY, December 28, 2023. https://www.dataversity.net/a-brief-history-of-large-language-models/.

Hass, Ryan. “U.S.-China Relations: The Search for a New Equilibrium.” Brookings Institution, February 2020. https://www.brookings.edu/wp-content/uploads/2020/02/FP_2020026_us_china_relations_hass.pdf.

Kerner, Sean Michael. “DeepSeek Explained: Everything You Need to Know.” WhatIs, February 6, 2025. https://www.techtarget.com/whatis/feature/DeepSeek-explained-Everything-you-need-to-know.

Knight, Will. “OpenAI’s CEO Says the Age of Giant AI Models Is Already Over | WIRED,” April 17, 2023. https://www.wired.com/story/openai-ceo-sam-altman-the-age-of-giant-ai-models-is-already-over/.

Kumar, Shubham. “DeepSeek vs ChatGPT: Comparison of Best AI Titans in 2025.” GeeksforGeeks (blog), February 10, 2025. https://www.geeksforgeeks.org/deepseek-vs-chatgpt/.

Marr, Bernard. “A Short History Of ChatGPT: How We Got To Where We Are Today.” Forbes, May 19, 2023. https://www.forbes.com/sites/bernardmarr/2023/05/19/a-short-history-of-chatgpt-how-we-got-to-where-we-are-today/.

Naughton, John. “DeepSeek: Cheap, Powerful Chinese AI for All. What Could Possibly Go Wrong?” The Guardian, February 1, 2025, sec. Technology. https://www.theguardian.com/technology/2025/feb/01/ai-deepseek-cheap-china-google-apple.

Normile, Dennis. “Chinese Firm’s Faster, Cheaper AI Language Model Makes a Splash.” Magazine. Science, January 15, 2025. https://www.science.org/content/article/chinese-firm-s-faster-cheaper-ai-language-model-makes-splash.

Sallam, Malik, Kholoud Al-Mahzoum, Mohammed Sallam, and Maad M. Mijwil. “DeepSeek: Is It the End of Generative AI Monopoly or the Mark of the Impending Doomsday?” Mesopotamian Journal of Big Data 2025 (January 30, 2025): 26–34. https://doi.org/10.58496/MJBD/2025/002.

Sultan, Burree. “Techno-Geopolitics: Unearthing the Future Landscape through the Lens of Technology.” Modern Diplomacy, August 30, 2023. https://moderndiplomacy.eu/2023/08/30/techno-geopolitics-unearthing-the-future-landscape-through-the-lens-of-technology/.

The Economic Times. “DeepSeek AI Cost: Chinese AI Startup DeepSeek’s $6 Million vs $250 Billion of Big US Cloud Companies: What about Privacy Concerns? – The Economic Times.” News. The Economic Times, January 28, 2025. https://economictimes.indiatimes.com/news/international/us/chinese-ai-startup-deepseeks-6-million-vs-250-billion-of-big-us-cloud-companies-what-about-privacy-concerns/articleshow/117648917.cms?from=mdr.

Valladão, Alfredo G A. “Artificial Intelligence and Political Science,” September 2018. https://www.policycenter.ma/sites/default/files/OCPPC-PP1807_0.pdf.

Wong, Pak Nung. Techno-Geopolitics: U.S.-China Tech War and the Practice of Digital Statecraft. 1st ed. London: Routledge India, 2021. https://doi.org/10.4324/9781003047100.