[SIARAN PERS] CFDS BERSAMA STUDIO KODE DUKUNG PEMBINAAN TALENTA DIGITAL SEJAK DINI | DECISION #8

Yogyakarta (13/10/2023) – Di era perkembangan teknologi yang semakin cepat, inovasi dalam bidang teknologi informasi terus menerus hadir. Tak hanya di kalangan orang dewasa saja, namun bagi para anak di usia dini pun sudah mulai memiliki kemampuan menggunakan dan menciptakan beragam produk teknologi. Menjawab tren menarik  tersebut, Center for Digital Society (CfDS) UGM berkolaborasi dengan Studio Kode pada acara Decision #08 bertajuk “TechWiz in Gen A: Empowering Future Innovators through Technology”. Acara ini diselenggarakan secara daring melalui platform Youtube Live dan Facebook Live CfDS UGM pada Jumat (13/10). Dengan turut menghadirkan Kartika Dumasari, co-founder Studio Kode, Decision #8 memperkenalkan Studio Kode sebagai sebuah start-up digital di bidang edukasi yang menyediakan pendidikan teknologi untuk pelajar tingkat K-12.

Untuk membuka diskusinya, Kartika Dumasari membahas beberapa krisis, disrupsi, dan permasalahan sehari-hari yang menginspirasinya dan tim Studio Kode dalam menghadirkan solusi dari masalah-masalah tersebut. Menurut Kartika, krisis pandemi menjadi sebuah momentum yang meningkatkan jumlah penggunaan teknologi secara masif. Pada tahun 2020, angka penggunaan teknologi meningkat pesat, terutama pada anak-anak. Namun, peningkatan penggunaan teknologi tersebut tidak disertai pengawasan orang tua yang memadai. Ia memaparkan bahwa lebih dari 60 persen anak Indonesia terpapar konten pornografi yang didapatkan melalui media daring. 

Sehingga, menjadi penting untuk menyadari kedua sisi dampak dari teknologi, baik positif maupun negatif. Sebagai dampak positif, teknologi dapat menyediakan informasi yang beragam, menjadi sumber untuk belajar keterampilan digital, dan memungkinkan kolaborasi secara global. Sedangkan, sebagai dampak negatif, teknologi dapat menjadi distraksi, sumber paparan konten negatif, sumber ancaman keamanan data pribadi, dan penyebab social isolation.

Dalam paparan Kartika, Studio Kode dapat menjadi solusi bagi beberapa kelompok. Misalnya, bagi anak-anak, Studio Kode dapat menjadi solusi dengan menjadi sarana pembelajaran transformasi digital sejak dini. Bagi orang tua, Studio Kode menjadi solusi dengan menjadi sarana pendukung orang tua dalam mengajarkan anak-anaknya mengenai penggunaan teknologi secara bijak dan bermanfaat. Tidak hanya itu, Studio Kode juga peduli dengan permasalahan-permasalahan global dengan keinginannya berkontribusi pada SDGs nomor 4, 5, dan 8. Sebagai platform edukasi teknologi, Studio Kode menyediakan beragam program untuk orang tua dan sekolah, dimana anak-anak tidak hanya dapat mengenal cara menggunakan berbagai macam perangkat lunak, namun juga dilatih untuk mahir dalam keterampilan teknologi yang dibutuhkan, seperti “My First Coding Camp”, yang direkomendasikan untuk anak berusia 3-7 tahun. 

Pada sesi diskusi, Kartika menyampaikan bahwa orang tua harus memiliki kesadaran dalam memberikan paparan teknologi kepada anak-anak dengan kontrol dan pembatasan. “Mulai ‘sapih’ anaknya, mulai biasakan para orang tua untuk tidak menjadikan teknologi gadget sebagai satu-satunya solusi dalam permasalahan yang dialami anak. Kalau sudah terlanjur, orang tua bisa jalani gadget detox. Bisa dimulai rentangnya satu hari, tiga hari, ataupun beberapa bulan,” ucap Kartika. Ia juga menekankan peran penting orang tua dalam mengawasi akses konten digital anak-anak dan mengarahkan anak untuk menggunakan teknologi secara positif dan bermanfaat.

Dalam mewujudkan penggunaan teknologi yang bermanfaat, Studio Kode hadir untuk membantu orang tua dan anak agar anak-anak dapat menavigasi perkembangan teknologi, serta menjadi lebih adaptif dan kreatif dalam penggunaan teknologi. Dengan keterampilan yang dilatih bersama Studio Kode, Kartika berharap bahwa anak-anak dapat menciptakan solusi-solusi yang selaras dengan tujuan-tujuan SDGs.

Penulis: Carmelia Gaby Talia
Penyunting: Allysa Putri Rendry