- 27/07/2023
- Category: Difussion
Pesatnya perkembangan teknologi membuat kegiatan berbelanja semakin populer melalui livestream shopping atau lebih dikenal dengan “shoppertainment”. Dengan bermodalkan kamera, akun media sosial, dan produk, brand dapat melakukan promosi melalui fitur siaran langsung. Begitu juga dengan pembeli yang dapat merasakan environment yang lebih fun karena dapat berinteraksi secara langsung dengan penjual atau streamer. Melihat hal ini, Center for Digital Society berkolaborasi bersama Hakka dalam Difussion #97 “Livestream Shopping: Masa Depan Digital Marketing Tren Belaka?, untuk menjelaskan pesatnya perkembangan tren ini di sosial media. Syaifa Tania, S.I.P., M.A. (Dosen Ilmu Komunikasi UGM) dan Debra Zuan (Lead Program and Operations Hakka Indonesia) menjadi pembicara pada kesempatan kali ini dengan dimoderatori oleh Luthfi Baihaqi Rizid, Peneliti CfDS. Diskusi ini dapat disaksikan melalui video YouTube berikut.
Fitur Live Streaming: Shoppertainment
Syaifa membuka diskusinya dengan menjelaskan shoppertainment sebagai inovasi yang ditujukan untuk menghibur dan mengedukasi. Fitur ini biasanya digunakan oleh influencer dan brand lainnya melalui pengadaan berbagai konten platform. Di Asia Pasifik, shoppertainment sendiri telah meraup keuntungan USD 500 billion. Salah satu negara yang mengambil keuntungan dari inovasi ini adalah Indonesia. Indonesia menjadi star markets yang diyakini bisa menjadi pasar shoppertainment yang bagus. Hal ini didukung oleh peningkatan penetrasi internet dan adopsi perangkat seluler yang terelevansi dalam penggunaan sosial media yang tinggi.
Bukan tanpa alasan, dari hasil survey terdapat 51% responden yang suka karena adanya diskusi dalam livestream shopping dan 74% menganggap platform ini dapat menyediakan respon yang lebih cepat dibanding platform lain. “Livestream shopping boleh jadi menjadi praktik komunikasi pemasaran yang lebih dekat dibanding yang lain. Di e-commerce, pembeli hanya melihat brand tidak secara real time, tetapi lewat praktik ini produk dapat dilihat secara real time oleh para pembeli”.
TikTok Shop Live Stream
Salah satu media sosial yang kerap dijadikan shoppertainment adalah Tiktok. Platform ini menawarkan brand sebuah kesempatan untuk menunjukan produk secara real-time melalui live streaming. Salah satu brand yang menggunakan fitur live shopping ini adalah Hakka, bisnis digital spesialis dalam manajemen bakat, siaran langsung, dan akademi digital. Dalam Hakka, satu akun digunakan untuk live selama 6 jam. Hal ini karena Hakka harus terus menumbuhkan traffic agar jumlah penonton stabil dan transaksi terjaga dengan stabil. Tiap akun yang digunakan live akan dipantau di belakang layer melalui sistem data yang memuat jumlah penonton dan barang-barang yang dijual.
Platform ini juga diperuntukan untuk melakukan kerja sama dengan creator untuk membantu promosi produk dari video pendek atau live stream. Nantinya, brand yang akan dipromosikan akan meminta feedback. Dalam livestream harus mempromosikan produk yang akan dijual dan mengajukan penonton untuk membagikan livestram ke orang lain dan membeli produk. “ Fitur ini juga memperkenalkan profesi terbaru yang diminati oleh banyak orang, yakni host live shopping. Profesi ini nantinya akan banyak dibutuhkan pada bidang digital marketing” ujar Debra menutup diskusinya.
TRANSLATED
[Press Release] Shoppertainment: The Future of Digital Marketing?
The rapid development of technology has made shopping activities increasingly popular through livestream shopping, better known as “shoppertainment”. By capitalizing on cameras, social media accounts, and products, brands can carry out promotions through live broadcast features. Likewise, buyers can feel a more fun environment because they can interact directly with sellers or streamers. Seeing this, the Center for Digital Society collaborated with Hakka in Difussion #97 “Livestream Shopping: The Future of Digital Marketing Just a Trend? to explain the rapid development of this trend in social media. Syaifa Tania, S.I.P., M.A. (Lecturer of Communication Studies UGM) and Debra Zuan (Lead Program and Operations Hakka Indonesia) became the speakers on this occasion moderated by Luthfi Baihaqi Rizid, CfDS Researcher. This discussion can be watched at Difussion #97 – Livestream Shopping: Masa Depan Digital Marketing atau Tren Belaka?
Live Streaming Features: Shoppertainment
Syaifa opened the discussion by explaining shoppertainment aimed at entertaining and educating then commerce or in other words combining the social media ecosystem with e-commerce. This feature is usually used by influencers and other brands by providing various content platforms. In Asia Pacific, shoppertainment has made a profit of USD 500 billion, one of which is Indonesia. This country is a star market which is believed to be a good shoppertainment market. This is supported by the increase in internet penetration and the adoption of mobile devices, which are relevant in using high social media.
Not without reason, from the survey results, 51% of respondents liked the discussion in livestream shopping, and 74% thought this platform could provide a faster response than other platforms. “Livestream shopping can be a closer marketing communication practice than others. In e-commerce, buyers only see the brand not in real-time, but through this practice, the brand can be seen in real-time by buyers.
TikTok Store Live Stream
One of the social media that is often used as a shoppertainment is Tiktok. This platform allows brands to showcase their products in real-time via live streaming. One brand that uses this live shopping feature is Hakka, a digital business that specializes in talent management, live broadcasts, and digital academies. In Hakka, one account is used to live for 6 hours. This is because Hakka must continue to improve traffic so that viewers are maintained, and transactions are maintained. Every account used live will be monitored in the back layer through a data system containing the number of viewers and goods sold.
This platform is also intended to collaborate with creators to help promote products from short videos or live streams. Later, the brand that will be banned will ask for feedback. In the live stream, you must promote the product to be sold and ask viewers to share the live stream with others and buy the product. “This feature also introduces a new profession that many people are interested in, namely live shopping host. This profession will later be much needed in the field of digital marketing,” said Debra closing the discussion.
Author: Muhammad Alfasya Syabil Sholatar
Editor: Nadya Olga Aletha