[PRESS RELEASE] STRATEGI DIGITALISASI UNTUK MEMAJUKAN UMKM INDONESIA | DIFUSSION #82

Youtube Channel CfDS, 3 November 2022 – Transformasi digital terus menerus dilakukan dalam berbagai bidang, termasuk salah satu bidang tersebut adalah ekonomi. Sebagai aftermath dari fenomena pandemi COVID-19, digitalisasi ekonomi sampai saat ini masih terus dilakukan; Karena pada faktanya, memberikan banyak manfaat bagi pertumbuhan serta perkembangan ekonomi. Pelaku ekonomi yang turut merasakan dampak digitalisasi ini termasuk dengan para UMKM. Center for Digital Society – lewat Difussion #82 – mengadakan diskusi bertajuk “Strategi Digitalisasi untuk Memajukan UMKM Indonesia”, untuk mencari tahu beragam potensi, peluang, serta tantangan yang akan dihadapi oleh pelaku UMKM di Indonesia saat menghadapi transformasi digital. Para Research Interns CfDS – Ismada Firdaus M. P. dan Aurelia Nareswari – berpartisipasi dalam Difussion #82 ini. Diskusi yang telah berlangsung dimoderatori oleh M. Alfasya Syabil S., selaku Partnership Intern CfDS. Diffusion #82 dapat diakses ulang lewat tautan https://www.youtube.com/watch?v=T7RD5M38xSU.

Benua Afrika sebagai Pasar Potensial Alternatif bagi Kegiatan Ekspor UMKM Indonesia

Diskusi diawali dengan pemaparan materi dari Ismada Firdaus M. P., yang mana Ismada memulai perbincangan lewat analisis potensi-potensi yang ada di Benua Afrika – Jika Indonesia tertarik untuk memperluas pasar UMKMnya ke ranah global. Benua Afrika adalah pasar yang sangat potensial bagi UMKM Indonesia untuk bisa ‘go international’, karena 

sedari dulu telah banyak berelasi dengan Indonesia. 43% penduduk di Benua Afrika merupakan pengguna internet yang aktif, dan sekarang sudah terdapat lebih dari 5000 perusahaan di Benua Afrika yang telah terdigitalisasi. Pemerintah Indonesia telah mencoba untuk mengeksplor potensi-potensi tersebut lewat beragam kerja sama dengan Benua Afrika, seperti dengan program Indonesia-Ethiopia Business Connect dan Soko la Indonesia. Program-program dari KBRI tadi harapannya dapat menjadi stimulan, dan para pelaku UMKM di Indonesia semakin terdorong untuk mendigitalisasikan usaha mereka; Agar dapat menyentuh pasar global.

Namun, meskipun demikian, tantangan paling utama yang akan dihadapi oleh UMKM Indonesia saat ini adalah administrasi serta kemampuan pemasaran. “Banyak UMKM di Indonesia yang belum memiliki persyaratan legal sebagai UMKM atau bahkan eksportir. Mereka juga banyak yang belum mahir memasarkan produk mereka secara digital” ujar Ismada.

Digital Platform untuk Perkembangan UMKM di Indonesia: Tantangan dan Peluangnya

Di Indonesia, digitalisasi ekonomi telah didorong oleh tersedianya ragam platform e-commerce yang dapat mendukung beroperasinya UMKM. Pemerintah, bahkan sebelum pandemi COVID-19, telah meng-encourage para pelaku UMKM untuk go digital; Salah satunya dengan menggagas program Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Pelatihan penggunaan e-commerce), dan lain sebagainya. Pemerintah memberikan solusi atas permasalahan mandeknya UMKM kala pandemi lewat kolaborasi dengan ragam platform e-commerce; Untuk membantu para pelaku UMKM. Pada tahun 2018, para platform e-commerce telah berhasil untuk menarik banyak (hingga lebih dari 4,5 juta) pengguna, termasuk para pelaku UMKM.

Digitalisasi dapat memberikan peluang bagi para UMKM, karena sekarang sudah banyak orang yang menggunakan uang digital (e-banking dan e-wallet). Digital marketing, lewat media sosial pun jauh lebih efektif dibandingkan dengan marketing konvensional, dan mampu meningkatkan laba UMKM dengan signifikan. Namun, pemasaran produk UMKM di Indonesia mayoritas masih dilakukan secara konvensional, bukan digital. “Permasalahan utama dalam kurangnya digitalisasi UMKM di Indonesia adalah kurang cakapnya sumber daya manusia yang ada; Termasuk kesenjangan sosial dan kesenjangan digital”, tutur Aurelia untuk mengakhiri diskusinya.

Penulis: Allysa Putri Rendry
Editor: Ayu Pratiwi