- 25/08/2021
- Category: Commentaries ID
Beberapa waktu lalu dunia digital dikejutkan oleh berita tentang pasar saham yang mengkhawatirkan, namun menarik. Nilai GameStop, salah satu saham terkenal, naik secara drastis sehingga mengejutkan para pialang saham (stockbrokers) Wall Street. Kejadian ini berawal dari pengguna Reddit yang hanya dikenal sebagai DVF mengenalkan gagasan bahwa GameStop akan dijual kosong (shorted) oleh para pemain investasi besar. Mereka pun kemudian menginvestasikan sebanyak US$ 50,000 di saham tersebut.[1] Pengguna lain kemudian mengikuti tindakan ini dan mengakibatkan meroketnya nilai GameStop hingga mencapai US$470 per saham. Dari kejadian tersebut, Wall Street kehilangan lebih dari US$ 5 miliar yang dianggap sebagai akibat dari “keisengan” investor saham Reddit. Para korporat sama-sama mengarahkan jari mereka pada para investor “amatir” sebagai pelakunya. Sementara itu, banyak tokoh terkenal memperhatikan dan justru memihak para investor, seperti Alexandra Ocasio-Cortez, Elon Musk, dan, yang tak terduga, Donald Trump, Jr.
Meskipun ini tampak seperti aktivitas untuk para kelompok yang berorientasi pada profit, peristiwa mengejutkan itu sendiri sebenarnya menjadi mercusuar harapan bagi demokratisasi pasar saham, termasuk cryptocurrency. Namun, suatu pertanyaan muncul: bagaimana sesuatu yang begitu kapitalistik dapat dimanfaatkan menjadi alat revolusioner?
Karena cryptocurrency adalah bagian dari dunia digital yang diciptakan oleh gadget, maka itu disebut oleh Joss Hands sebagai ‘benda’ atau sumber berkumpul, baik itu dari pengalaman bersama, momen dengan orang lain, serta dari perkembangan dan kemandirian.[2] Dalam konteks cryptocurrency, komunitas digital dengan minat yang sama ‘berkumpul’ untuk mengelola sistem secara demokratis tanpa intervensi perantara keuangan seperti bank sentral dan pialang saham. Manajemen seperti itu dibuat karena sumber terbukanya sekaligus penggunaan jaringan peer-to-peer di blockchain. Selain itu, penerapan mekanisme proof-of-stake (PoS) dalam cryptocurrency juga memungkinkan node validator untuk secara demokratis terlibat dalam tata kelola jaringan yang terdesentralisasi dengan memberikan suara pada pembaruan dan keputusan penting.[3]
Karena karakterisitk cryptocurrency yang terdesentralisasi dan terbuka, platform tersebut kemudian dapat digunakan untuk aktivisme kripto sebagai perlawanan terhadap status quo. Misalnya, cryptocurrency membantu mengubah cara penggalangan dana pengumpulan dana sembari menghindari gangguan pemerintah. Tindakan tersebut diwujudkan dalam penggunaan Bitcoin dalam pendanaan Hong Kong Free Press menggunakan Bitcoin di tengah panas protes dan dorongan penggunaannya dalam Gerakan Rompi Kuning sebagai tanda protes terhadap sistem moneter dan dan politik Prancis.[4][5] Dengan demikian, esensi dari kemampuan untuk mengambil keuntungan dari cryptocurrency adalah untuk mengambil kembali kendali ekonomi dari pemerintah dan korporasi tanpa kekerasan.
Menariknya, cryptocurrency juga memberikan kesempatan kepada mereka yang tidak memiliki uang untuk berkontribusi pada tujuan jauh lebih efektif daripada media sosial. Alih-alih memposting ulang atau membagikan unggahan, partisipan sebenarnya dapat membantu secara finansial dengan gerakan sosial yang sedang berlangsung. Sparkle, mata uang yang diciptakan oleh salah satu pendiri Occupy Wall Street Micah White, apabila setiap kali dibeli atau ditransfer didistribusikan kembali secara proporsional ke seluruh perekonomian setelah dikenakan pajak sebesar 2%.[6] Contoh lainnya adalah Dogecoin, mata uang kripto populer yang berasal dari meme terkenal. Karena popularitasnya, Dogecoin berhasil mengumpulkan dana untuk proyek-proyek bermanfaat, yang tidak hanya membantu komunitas mereka, tetapi juga meningkatkan nilai mata uang.[7] Maka dari itu, baik penyumbang itu kaya atau tidak, hal tersebut tetap memberikan keuntungan kepada mereka yang miskin.
Meskipun keberadaan cryptocurrency menghasilkan banyak harapan dan potensi, kontributor aktivis juga harus memahami risiko dan masalah yang mendasarinya. Misalnya, karena status desentralisasi dan penggunaan nama samaran,ketiadaan kerangka peraturan masih lazim. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahaya kehilangan kripto berjumlah besar yang tak tergantikan. Beberapa dari risiko tersebut disebabkan oleh serangan ransomware, yakni ketika pelaku menuntut tebusan kripto yang sangat besar sebagai imbalan bagi korban untuk memulihkan akses ke data.[8] Walaupun sebagian besar menyasar perusahaan besar dan institusi pemerintah, tidak menutup kemungkinan adanya penyerangan oleh entitas lain baik dari kalangan elit maupun pemerintah terhadap kelompok aktivis.[9] Di sisi lain, kekhawatiran lain yang cukup mencolok adalah disparitas kekayaan. Terlepas dari janji distribusi kekayaan, uang tersebut sangat terkonsentrasi di antara mereka yang memiliki akses dan pengetahuan sebelumnya. Berdasarkan data HowMuch.net, lebih dari 95% Bitcoin yang beredar dipegang oleh 4% dari para pemilik, sedangkan 1% yang menjalankan setengah dari seluruh pasar.[10]

Tanpa ragu, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mendorong kemajuan aktivisme melalui cryptocurrency. Untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul, ada cara bagi mereka yang dianggap “outlier” untuk mengambil alih cryptocurrency. Secara teknis, ada banyak penelitian mengenai mitigasi yang tepat untuk ransomware[11]. Namun, para aktivis dapat melakukan ini dengan membentuk kemitraan dengan sesama kelompok aktivis yang berspesialisasi dalam keamanan kripto. Ini tidak hanya akan memastikan pendanaan dari dan untuk kedua kelompok, tetapi juga bantuan pada saat serangan kripto. Dari segi sosial, membuka peluang ke wawasan yang dapat diakses dan mudah diikuti seperti “kursus kilat” tentang cryptocurrency dapat menjadi langka pertama. Saat ini, dengan maraknya tele-edukasi melalui media seperti Youtube atau TikTok, konten yang dibuat jadi lebih mudah dicerna dan dapat diterima oleh massa.[12] Selain itu, secara perlahan membangun infrastruktur yang lebih baik bagi komunitas yang termarjinalisasi melalui penggalangan dana komunitas sangat penting untuk memastikan aksesibilitas digital. Strategi-strategi ini mungkin merupakan proses yang lambat dan menantang, namun mereka pasti akan berhasil dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, suka atau tidak suka, cryptocurrency akan selalu ada di zaman ini. Dengan sifat gerakan sosial yang berubah, protes mungkin tidak lagi terjadi di jalanan. Sebaliknya, mereka ada di luar sana di dunia kripto, di antara angka-angka.
Penulis: Rizka Khairunissa Herdiani (Research Intern)
Penyunting: Amelinda Pandu Kusumaningtyas (Research Project Officer CfDS)
[1] Miles, I., 2021. GameStonks: Power to the People. Medium. Available at: https://medium.com/swlh/gamestonks-power-to-the-people-1e0d2b1f4ee4 [Diakses July 5, 2021].
[2] Hands, J., 2019. Gadget Consciousness: Collective Thought, Will and Action in the Age of Social Media, London, UK: Pluto Press.
[3] Anon, 2021. Crypto Glossary – Cryptopedia. Gemini. Available at: https://www.gemini.com/cryptopedia/glossary [Diakses July 5, 2021].
[4] Stevens, R., 2019. Funding dissent in China: Hong Kong Free Press accepts Bitcoin. Decrypt. Available at: https://decrypt.co/8491/hong-kong-free-press-accepts-donations-in-bitcoin-bitcoin-cash [Diakses July 5, 2021].
[5] Redman, J., 2019. Yellow Vest Movement Starts a New Form of Protest – Burning Banknotes. Bitcoin News. Available at: https://news.bitcoin.com/yellow-vest-movement-starts-a-new-form-of-protest-burning-banknotes/ [Diakses July 5, 2021].
[6] White, M., 2019. If Occupy Created Bitcoin. Medium. Available at: https://micahwhite.medium.com/if-occupy created-bitcoin-cceda9e7c246 [Diakses July 5, 2021].
[7] Schneider April 14, N., 2019. Bitcoin for activists – what you need to know. Waging Nonviolence. Available at: https://wagingnonviolence.org/2014/04/bitcoin-activists-need-know/ [Diakses July 6, 2021].
[8] Fruhlinger, J., 2020. Ransomware explained: How it works and how to remove it. CSO Online. Available at: https://www.csoonline.com/article/3236183/what-is-ransomware-how-it-works-and-how-to-remove-it.html [Diakses July 6, 2021].
[9] Michaelsen, M., 2017. Far Away, So Close: Transnational Activism, Digital Surveillance and Authoritarian Control in Iran. Surveillance & Society, 15(3/4), pp.465–470.
[10] Raul, 2017. This Chart Reveals the Centralization of Bitcoin Wealth. HowMuch.net. Available at: https://howmuch.net/articles/bitcoin-wealth-distribution [Diakses July 7, 2021].
[11] Alshaikh, H., Ramadan, N. & Ahmed, H., 2020. Ransomware Prevention and Mitigation Techniques. International Journal of Computer Applications, 177(40), pp.31–39.
[12] Shaban, H., 2021. A TikTok influencer brings cryptocurrency trading to the masses. The Washington Post. Available at: https://www.washingtonpost.com/business/2021/06/24/crypto-wendyo-influencer-cryptocurrency/ [Diakses July 7, 2021].