[SIARAN PERS] “Mampukah Pembayaran Digital Menjadi Fondasi Pemulihan Ekonomi Indonesia?”| DIGITALK #49

Google Meet, 13 Agustus 2021 – Selama pandemi, masyarakat didorong untuk menggunakan cashless payment untuk mengurangi peyebaran virus COVID-19 yang dapat ditransmisikan melalui kontak langsung. Tidak hanya itu, COVID-19 juga membawa perubahan paradigma bagi banyak sektor usaha terutama UMKM mengenai pentingnya adaptasi digital. Merespon fenomena peralihan pola konsumsi dan adaptasi teknologi finansial yang terjadi selama pandemi COVID-19, pada seri Digitalk #49 CfDS bersama Fathahillah Dipanegara Wicaksana selaku Manager/Ekonom Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia dan Felix Sharief selaku Head of Government Relations DANA Indonesia mendiskusikan lebih dalam terkait peran teknologi finansial dalam membantu pemulihan dan penguatan ekonomi, dan upayanya dalam mewujudkan penguatan ekosistem perekonomian digital. Link: https://www.youtube.com/watch?v=DfCsEc1L6Ts

Pembayaran Digital sebagai Fondasi Pemulihan Ekonomi Indonesia

Menurut Fathahillah Dipanegara Wicaksana, saat ini Indonesia sudah mulai bangkit dari resesesi apabila dibandingkan ketika pertama kali pandemi masuk ke Indonesia. Kunci dari kebangkitan ini adalah proses digitalisasi dan inovasi yang dilakukan oleh berbagai sektor. Pandemi COVID-19 juga telah merubah pola perilaku masyarakat, dimana saat ini masyarakat lebih memilih untuk melakukan digital payment. Hal ini lah yang mendasari digital payment menjadi fondasi utama ekonomi keuangan digital. Digital payment tersebut meliputi: aktivitas e-commerce, layanan keuangan digital, jasa transportasi daring dan teknologi tersegmentasi. Dalam merespon kehadiran digital payment BI menavigasi sistem pembayaran di era digital, dan menerbitkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025. Selain itu salah satu solusi pembayaran digital di tengah pandemi adalah QRIS. Adapun keuntungan QRIS menurut Fathaillah, yaitu: Keren dan Kekinian, Transaksi Cepat dan Pengeluaran Tercatat, Aman dan terlindungi karena diawasi BI, Lebih Higienis Tanpa Kontak Fisik, Efisien Tanpa Uang Kembalian dan Bebas Biaya. Menutup presentasinya Fathahillah Dipanegara Wicaksana menekankan bahwa “Pemanfaatan digitalisasi diharapkan dapat menjadi salah satu solusi mempertahankan produktivitas ekonomi dan pada gilirannya daya beli dan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga”.

Peran Platform dalam Pembayaran Digital

Mengawali presentasinya Felix Sharief menyampaikan bahwa pada masa pandemi terjadi aktivitas di DANA mengalami peningkatan 60% dalam jumlah transaksi digital dengan 180.000 pedagang baru. Hal ini sejalan dengan apa yang telah disampaikan pada paparan sebelumnya dimana saat ini masyarakat telah beralih ke transaksi digital selama untuk menghindari aktivitas fisik pandemi COVID-19. Selaku platform melalui inovasi QRIS dan inovasi DANA Bisnis, DANA berkontribusi dalam pemberdayaan dan pendampingan UMKM & sektor informal lainnya di berbagai daerah di seluruh Indonesia. Selain itu upaya DANA sebagai platform dalam mendukung pemerintah ada 3, yaitu: fitur DANA Bisnis menghadirkan kemudahan bagi UMKM, berperan dalam memberikan program edukasi dan pemberdayaan bagi UMKM menuju GO DIGITAL, dan bekerja sama dengan KemenkopUKM dan beberapa BUMN di Bidang Pangan untuk mendukung sektor bisnis yaitu toko lingkungan (Program Bantu Warung Tetangga). Menutup presentasinya Felix Sharief menyatakan bahwa “Transformasi ke dunia digital merupakan sebuah keniscayaan, terutama di masa pandemi saat ini karena banyak keuntungan yang bisa kita dapatkan”.

Penulis: Firya Qurratu’ain A.
Penyunting: Ruth T. Simanjuntak