- 30/04/2025
- Categories: Siaran Pers, Uncategorized
Yogyakarta, 23 April 2025 – Inisiatif Center for Digital Society (CfDS) UGM bersama Google Indonesia dan KORIKA (Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial) dalam meningkatkan literasi dan kapasitas kebijakan kecerdasan artifisial (AI) di kalangan pembuat kebijakan berhasil meraih nominasi dalam The World Summit on the Information Society (WSIS) pada kategori ‘Enabling Environment’. WSIS Prizes merupakan penghargaan tahunan dari International Telecommunication Union (ITU), badan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang diberikan kepada program-program inovatif di seluruh dunia yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Seiring pesatnya perkembangan teknologi AI, pemahaman mendalam mengenai dasar dan implementasi AI menjadi penting, terutama pada kebijakan publik. AI Policy & Skilling Lab hadir untuk menjawab kebutuhan ini, dengan tujuan untuk memperkuat kapasitas institusi pemerintah dan pemangku kebijakan dalam memahami serta mengimplementasikan AI secara inklusif dan bertanggung jawab.
Diluncurkan pada Desember 2023, program ini telah menyelenggarakan empat sesi pelatihan yang melibatkan lebih dari 400 peserta dari 35 kementerian dan lembaga negara. Program ini mengusung pendekatan multi-stakeholder yang informatif dan deliberatif, serta dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan analitis melalui metode pre-test, kelas AI 101, Focus Group Discussion (FGD), dan post-test. Fokus pelatihan mencakup empat bidang utama: Keamanan Siber, Pendidikan, Mitigasi Bencana, dan Peluang Ekonomi.
Executive Secretary CfDS UGM, Syaifa Tania, menyampaikan bahwa kompleksitas AI sebagai teknologi disruptif menuntut kebijakan yang mampu menyeimbangkan inovasi dengan mitigasi risiko. “Program ini merupakan wujud komitmen kami untuk mendorong pemanfaatan AI yang bertanggung jawab dan mendukung transformasi positif di Indonesia,” ujarnya.
Ketua Umum KORIKA, Prof. Hammam Riza, menambahkan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui pemanfaatan AI oleh aparatur sipil negara (ASN). Sementara itu, Putri Alam selaku Director Government Affairs & Public Policy Google Indonesia, menyebut bahwa program ini juga telah direplikasi di beberapa negara lain di Asia Tenggara sebagai bagian dari upaya regional membangun ekosistem AI yang inklusif dan etis.
AI Policy & Skilling Lab oleh CfDS UGM mewakili Indonesia bersama dengan 11 program lainnya, setelah melewati seleksi dari 1.000 inisiatif global. Voting publik untuk menentukan pemenang atau champion akan berlangsung hingga 1 Mei 2025 pukul 04.00 WIB. Dukungan masyarakat Indonesia dalam proses voting menjadi kunci agar program-program andalan perwakilan Indonesia berjaya di kancah dunia.
Dukung CfDS dalam Menjadi Champion pada WSIS Prize 2025!
Berikut adalah tahapan dan cara untuk melakukan vote CfDS pada WSIS Prizes 2025:
- Kunjungi situs https://s.id/wsis2025, kemudian klik tombol “VOTE”.
- Jika sudah memiliki akun, silakan langsung masuk dengan memasukkan alamat email dan kata sandi pada laman login.
- Jika belum memiliki akun, pilih opsi “Register as a new user”, lalu lengkapi data yang diminta. Setelah proses registrasi selesai, sistem akan mengirimkan email konfirmasi. Buka email tersebut dan klik tautan “Confirm Registration”, kemudian login kembali menggunakan email dan kata sandi yang telah dibuat.
- Setelah berhasil login, pilih menu “Prizes”, kemudian klik “Vote” untuk mulai memberikan suara.
- Terdapat 18 kategori nominasi, AI Policy & Skilling Lab oleh CfDS UGM berada pada Category 6 – AL C6.
- Silakan untuk vote satu nominasi pada setiap kategori agar proses voting dianggap sah (Voting Complete).
- Pada setiap kategori, silakan dapat memilih nominasi dari Indonesia. Jika dalam kategori tertentu tidak terdapat nominasi dari Indonesia, Anda dapat memiilih proyek lain yang dianggap relevan dan layak didukung.
- Batas Waktu Voting: 1 Mei 2025, pukul 04.00 WIB.
Berikut adalah daftar nomine dari Indonesia:
| Kategori | Nominator |
| Category 1 — AL C1 | Tidak ada nominasi dari Indonesia, silakan pilih yang paling menarik |
| Category 2 — AL C2 | Tidak ada nominasi dari Indonesia, silakan pilih yang paling menarik |
| Category 3 — AL C3 | Tidak ada nominasi dari Indonesia, silakan pilih yang paling menarik |
| Category 4 — AL C4 | Silahkan pilih salah satu: |
| Action for Former Migrant Workers and Indonesia’s Digital Economy Inclusion — ICT Watch | |
| National Digital Literacy Program, Initiative Collaboration of Multistakeholders and Government — KOMDIGI | |
| Category 5 — AL C5 | Tidak ada nominasi dari Indonesia, silakan pilih yang paling menarik |
| Category 6 — AL C6 | AI Policy & Skilling Lab (CfDS) |
| Category 7 — AL C7 | Digdaya Persuratan – Digital Document Management System for Organizational Correspondence — PBNU |
| Category 8 — AL C8 | Tidak ada nominasi dari Indonesia, silakan pilih yang paling menarik |
| Category 9 — AL C9 | Tidak ada nominasi dari Indonesia, silakan pilih yang paling menarik |
| Category 10 — AL C10 | Tidak ada nominasi dari Indonesia, silakan pilih yang paling menarik |
| Category 11 — AL C11 | Tidak ada nominasi dari Indonesia, silakan pilih yang paling menarik |
| Category 12 — AL C12 | Silahkan pilih salah satu: |
| K-trash: Digital Waste Management Cooperative for a Sustainable Indonesia – Kelompok Sadar Wisata Setopuro — Pokdarwis Setopuro) | |
| Kampung Elektronik Pintar Kepuh (Kepuh Smart Electronics Village) — Desa Kepuh | |
| Category 13 — AL C13 | Tidak ada nominasi dari Indonesia, silakan pilih yang paling menarik |
| Category 14 — AL C14 | Tidak ada nominasi dari Indonesia, silakan pilih yang paling menarik |
| Category 15 — AL C15 | Silahkan pilih salah satu: |
| INTERNET SAMBUNG DESA | |
| Empowering Rural Communities through Digital Literacy — RTIK | |
| Empowering Youth Through Digital Innovation: Enhancing Capacity, Opportunities, and Participation in Civic Life — BASAibu | |
| Pundensari Education Culture Electronic Learning Madiun — Open Madiun Communicate (OMC) | |
| Category 16 — AL C16 | Silahkan pilih salah satu: |
| ASEAN Guideline on Management of Government Information in Combating Fake News and Disinformation in The Media — KOMDIGI | |
| MadiunMembaca My ID: A New Way for Community Libraries to Connect Books with Fellow Readers — Open Madiun Communicate (OMC) | |
| Category 17 — AL C17 | Jakarta Lawan Hoaks — Diskominfotik Prov. Jakarta |
| Category 18 — AL C18 | Tidak ada nominasi dari Indonesia, silakan pilih yang paling menarik |
***
Tentang Center for Digital Society
Center for Digital Society (CfDS) adalah pusat kajian yang berada di bawah naungan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada, yang didirikan pada tahun 2015. CfDS memfokuskan kajian pada isu-isu terkait perkembangan teknologi, digitalisasi, dan masyarakat digital, termasuk bisnis digital serta gaya hidup. Melalui berbagai penelitian dan acara diskusi publik, CfDS berperan sebagai sarana edukasi untuk masyarakat dalam memahami dampak teknologi terhadap berbagai aspek kehidupan.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Masgustian
Manager of Partnership and Internal Affairs
Center for Digital Society UGM
+62 857-9931-2383 (WhatsApp) atau cfds.fisipol@ugm.ac.id