- 06/03/2024
- Category: Siaran Pers
Yogyakarta (29/2/24) – Seiring dengan melejitnya transformasi dan literasi digital, dekade ini telah melihat perkembangan pesat digital marketing. Di tahun 2023, sebuah riset menemukan bahwa sebelum memutuskan membeli produk, lebih dari 80 persen konsumen cenderung meriset produk secara daring terlebih dahulu, yang menunjukkan pentingnya strategi digital marketing setiap brand (Andersen, 2023). Meresponi tren kebutuhan ini, Center for Digital Society (CfDS) UGM mengadakan kegiatan diskusi Decision #9 yang bertajuk “Crafting Standout Brands in the Digital Creative Era”. Kegiatan diskusi yang diadakan pada hari Kamis (29/2) ini mengundang Vika Mafaza Samudra, Managing Director dari Pameo, sebuah startup yang berfokus menyediakan layanan desain grafis, branding, layanan digital marketing, dan pengembangan website. Acara ini diadakan secara daring dan disiarkan secara langsung melalui akun YouTube CfDS UGM melalui pranala berikut https://www.youtube.com/watch?v=0JRuHhVtMio.
Dalam pemaparannya, Vika Samudra, sebagai narasumber, membawakan topik: “Mastering the Art of Brand Marketing.” Di awal pembahasannya, Vika menyampaikan pentingnya visual branding dalam pemasaran sebuah produk atau jasa. Idealnya, visualisasi brand ini dikembangkan dari visi, misi, dan audiens sasaran dari brand tersebut, alih-alih sekadar mengikuti tren. Selanjutnya, visual branding ini perlu dikomunikasikan secara konsisten. Vika menekankan bahwa penyampaian konsisten visual branding adalah faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen. Dalam mengkomunikasikan visualisasi brand ini, media sosial menjadi alat yang penting, mudah digunakan, dan efektif pada masa kini.
Kemudian, Vika menjelaskan salah satu opsi strategi visual branding yang dapat digunakan, beserta alur prosesnya. Alur ini mencakup tahap riset, brainstorming, produksi, review, dan evaluasi. Dalam proses melaksanakan tahap-tahap ini, Vika menyarankan untuk tidak selalu memaksakan semua tren yang ada, menyediakan banyak pilihan konten media sosial, dan mendengar saran konsumen maupun stakeholder lainnya untuk mengembangkan strategi yang optimal. Vika mendukung strategi komunikasi visual branding yang tepat sasaran, sesuai dengan target audiens yang dituju.
Menutup diskusi, terkait layanan Pameo yang kadang diberi komentar banyak memberikan layanan “cuma-cuma”, Vika menjawab bahwa, “Pameo dengan senang hati membantu para changemakers untuk mengkomunikasikan apa yang memang ingin dikomunikasikan oleh changemakers kita. Melalui apa? Bisa desain, bisa video, bisa website, dan juga social media.”
Penulis: Carmelia Gaby Talia
Penyunting: Allysa Putri Rendry