“Kontrol Tubuh oleh Siapa?”: Kekhawatiran Seputar Keamanan Data Intim dan Explicit Consent dalam Period-Tracking Apps

Penulis: Rizka Khairunissa Herdiani
Editor: Jasmine Noor Andretha Putri

Aplikasi kesehatan sudah menjadi hal yang penting dalam membantu orang melacak kesehatan mereka dengan cara yang lebih aksesibel dan efisien. Hal ini serupa dengan aplikasi pelacakan menstruasi atau “menstruapps”. Kemunculan aplikasi-aplikasi tersebut dianggap revolusioner. Mereka tidak hanya menyediakan alat yang mudah diakses oleh perempuan dan mereka yang menstruasi untuk melacak siklus menstruasinya, tetapi juga menyediakan beragam fitur, mulai dari memonitor aktivitas seksual, kondisi emosional dan fisik saat ini, dan masih banyak lagi.1

            Apabila dilihat kembali, menstruapps seharusnya diapresiasi karena sudah membantu dalam merevolusi industri kesehatan. Dari situ, perempuan menjadi lebih dependen dengan aplikasi-aplikasi tersebut. Menurut penemuan riset oleh Columbia University, aplikasi pelacak menstruasi masuk ke peringkat ke-empat aplikasi terpopuler di kategori aplikasi ‘kesehatan di kalangan orang dewasa.2 Alhasil, digitalisasi pelacakan menstruasi menjanjikan perempuan lebih banyak kebebasan dan kemudahan untuk mengenal serta menjaga kesehatan reproduksinya. Selain itu, keberadaan menstruapps  juga mempromosikan normalisasi “period talks” (perbincangan tentang menstruasi) di publik sehingga mereka memiliki sifat “pemberdayaan feminis”.

Meskipun demikian, seperti aplikasi lainnya di pasar, pertanyaan mengenai keamanan data mengembang di udara ketika isu seperti komersialisasi data intim dan pengawasan oleh pemerintah masuk ke dalam ruang lingkup menstruapps. Dalam kata lain, apakah menstruapps bagian dari pemberdayaan tubuh perempuan atau bentuk lain dari pengekangan terhadap tubuh perempuan?

Isu Mengenai Menstruapps (yang Disepelekan)

            Keamanan data sudah menjadi masalah berkelanjutan dari tahun ke tahun dengan banyaknya kasus eksploitasi data melalui komersialisasi yang muncul di sana-sini. Walaupun adaya peningkatan masalah, kekhawatiran tersebut belum mencapai topik mengenai data intim di aplikasi pelacak menstruasi. Yang membuat data dalam aplikasi semacam ini intim adalah tingkat kerentanannya karena meliputi hal-hal di luar menstruasi itu sendiri, seperti hubungan seksual, masturbasi, penggunaan kontrasepsi darurat, pola tidur, tingkat stress, gejala fisik, keadaan jiwa, maupun kondisi cairan vagina. Apabila dilihat lebih mendalam, tingkat kerentanan dan keintiman dengan mengukur informasi seperti itu membutuhkan persetujuan eksplisit (explicit consent) dari para pengguna.3 Meskipun persetujuan tersebut diberikan oleh pengelola aplikasi ke partai ketiga (seperti pasangan, penyedia layanan kesehatan, dan peneliti), hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa persetujuan tersebut justru dieksploitasi oleh para pengiklan predatorial. Hal seperti ini dapat menyebabkan komersialisasi data intim karena sejajar dengan pencarian kapitalis untuk produk dan pasar baru, “tempat di mana tubuh yang tidak efisien dan sedang menstruasi harus didisiplinkan.”4

            Selain itu, tipe eksploitasi data seperti ini juga dapat mengakibatkan bentuk pencarian lain untuk mendisiplinkan tubuh perempuan. Pengawasan oleh pemerintahan, terutama terhadap tubuh perempuan, bukannya cerita di masa lalu. Kebijakan yang dibuat untuk menghukum perempuan melalui tubuhnya masih ada di seluruh dunia, termasuk mereka yang ingin melakukan aborsi untuk alasan keamanan dan kesehatan.5 6 Penggulingan Roe V. Wade merupakan contoh dari pengawasan data intim. Roe v. Wade, 410 U.S. 113 adalah keputusan hukum yang menyatakan hak konstitusional untuk aborsi di Amerika Serikat yang diputuskan sejak 1973.7 Namun, setelah terjadinya penggulingan Roe V. Wade, para pengguna menstruapps menjadi khawatir akan kemungkinan data mereka dieksploitasi oleh pemerintah—dengan bantuan perusahaan-perusahaan swasta—untuk memetakan pengguna yang ingin melakukan aborsi.8 Dari situ, individu yang teridentifikasi menjadi rentan akan kemungkinan untuk dipersekusi.

Regulasi dan Tindakan Saat Ini Seputar Keamanan Data di “Menstruapps”

Karena aplikasi pelacak menstruasi merupakan topik yang tidak umum, diskusi tentang keamanan data dalam menstruapps masih sedikit. Namun, sudah ada analisis tentang keamanan data dan menstruapps yang ditinjau dari perspektif feminis, terutama subjek tentang persetujuan (consent). Menurut salah satu dari perspektif ini, konsep consent dianggap abstrak karena ada beberapa aspek yang perlu dipikirkan ulang seperti konteks (kondisi dimana consent dipertanyakan), kekuasaan (para aktor yang memiliki kekuasaan untuk menetapkan persyaratan pada subjek consent), dan komunikasi (perlunya diskusi terbuka tentang consent antara subjek data [pengguna] dan pengontrol data [pengembang aplikasi]).9 Dengan demikian, aspek persetujuan ini perlu diperhitungkan tidak hanya oleh pengembang, tetapi juga kebijakan dan peraturan seputar pemrosesan data pribadi.

Berhubungan dengan hal tersebut, General Data Protection Regulation (GDPR) bisa dijadikan sebagai contoh dalam kasus ini. Sebagai salah satu regulasi yang menyoroti consent dalam penggunaan data pribadi, GDPR menitikberatkan peran consent, terutama explicit consent, sebagai basis legal untuk memproses data pribadi.10 Seperti yang dicantumkan dalam Artikel 9 (2) GDPR, subjek data harus secara eksplisit memberikan persetujuan bagi para pengontrol data untuk memproses data dalam kategori khusus.11 Oleh karena itu, dalam konteks menstruapps, explicit consent menjadi elemen penting dalam memproses data karena tingkat kerentanan dari data intim para penggunanya.

Akan tetapi, banyak pengembang menstruapps yang masih belum menerapkan explicit consent, terutama mengikuti persyaratan yang ditetapkan oleh GDPR (“spesifik, terinformasi, dan tidak ambigu”) seperti yang dinyatakan dalam Artikel 4(11).12 Sebaliknya, sebagian besar dari mereka justru “membundelkan” consent para pengguna untuk memproses data dengan kebijakan-kebijakan privasi atau hanya sekadar menggunakan opsi kotak centang sebagai indikator adanya consent. Tindakan seperti ini justru dianggap sebagai persetujuan yang tidak diberikan secara bebas karena ketiadaan indikasi seperti komunikasi intensif dan persetujuan konkrit mengenai explicit consent (misalnya consent sepenuhnya pengguna atau penolakan terhadap memproses data intim) antara subjek data dan pengontrol data.

Walaupun demikian, ada satu menstruapp yang sudah mengaktualisasi kedua komponen yang hilang yang berhubungan dengan data intim para pengguna. Aplikasi pelacak menstruasi Flo merilis Anonymous Mode setelah penggulingan Roe V. Wade to melawan kekhawatiran mengenai privasi untuk melakukan aborsi.13 Fitur Anonymous Mode membolehkan pengguna untuk tidak menyimpan data pribadi mereka seperti alamat email, nama, dan pengenal teknis lainnya. Yang membuat fitur ini juga efektif adalah pemisahan konten data dari informasi alamat IP dengan menggunakan standar web yang dikenal sebagai “Oblivious HTTP” untuk mentransfer data terenkripsi antara pengguna dan server Flo. Secara garis besar, Flo dapat melihat apa isi dari data tersebut, tapi bukan dari mana asalnya.14

Kesimpulan: Tetap Dipakai atau Dihapus Saja?

            Isu seputar keamanan data intim dalam aplikasi pelacak menstruasi akhirnya sudah mulai disoroti sejak munculnya berita penggulingan Roe V. Wade. Walaupun sebagian besar pengembang menstruapps masih tetap dengan kebijakan privasi mereka saat ini, Flo mengambil jalan lain dengan merilis Anonymous Mode sebagai respons terhadap kekhawatiran yang meningkat terkait privasi melakukan aborsi. Namun terlepas dari inisiatif ini, penggunaan menstruapps masih mengambang di area abu-abu karena adanya dilemma pengguna antara privasi dan kebutuhan. Dalam kata lain, kalau misalnya kamu khawatir akan datamu digunakan, sekalian saja menulis siklusmu secara manual. Bahkan di era yang digerakkan oleh aplikasi seperti saat ini, tidak ada salahnya untuk melakukannya dengan cara konvensional.

———————————————————————

1.  Levy, J. and Romo-Avilés, N. (2019) “‘A good little tool to get to know yourself a bit better’: A qualitative study on users’ experiences of APP-supported menstrual tracking in Europe,” BMC Public Health, 19(1). Available at: https://doi.org/10.1186/s12889-019-7549-8.

2.  Li, K. et al. (2020) “Characterizing physiological and symptomatic variation in menstrual cycles using self-tracked mobile-Health Data,” npj Digital Medicine, 3(1). Available at: https://doi.org/10.1038/s41746-020-0269-8.

3.  Rizk, V. and Othman, D. (2016) “Quantifying fertility and reproduction through mobile apps: A critical overview”. Arrow for change, 22(1), pp.13-21.

4.   Alaattinoğlu, D. (2022) “Rethinking explicit consent and intimate data: The case of menstruapps,” Feminist Legal Studies, 30(2), pp. 157–179. Available at: https://doi.org/10.1007/s10691-021-09486-y.

5.  Llewellyn, A. (2018) Compounding trauma: Indonesia’s abortion law. The Diplomat. Available at: https://thediplomat.com/2018/08/compounding-trauma-indonesias-abortion-law/ (Accessed: October 12, 2022).

6.  “Marginalized, Persecuted, and Imprisoned: The Effects of El Salvador’s Total Criminalization of Abortion” (2014). New York: Center for Reproductive Rights.

7.   Jane Roe, et al., appellants, V. Henry Wade. (no date) Legal Information Institute. Legal Information Institute. Available at: https://www.law.cornell.edu/supremecourt/text/410/113 (Accessed: October 12, 2022).

8.   Torchinsky, R. (2022) How period tracking apps and data privacy fit into a post-Roe v. wade climate, NPR. NPR. Available at: https://www.npr.org/2022/05/10/1097482967/roe-v-wade-supreme-court-abortion-period-apps (Accessed: October 12, 2022).

9.  Alaattinoğlu, D. (2022).

10.  Information Commissioner’s Office (no date) What is valid consent? Information Commissioner’s Office. Available at: https://ico.org.uk/for-organisations/guide-to-data-protection/guide-to-the-general-data-protection-regulation-gdpr/consent/what-is-valid-consent/ (Accessed: October 12, 2022).

11.  Information Commissioner’s Office (no date) What are the conditions for processing?, Information Commissioner’s Office. Available at: https://ico.org.uk/for-organisations/guide-to-data-protection/guide-to-the-general-data-protection-regulation-gdpr/special-category-data/what-are-the-conditions-for-processing/ (Accessed: October 12, 2022).

12.  Information Commissioner’s Office (no date).

13.  Wetsman, N. and Faife, C. (2022) Flo period tracker launches ‘anonymous mode’ to fight abortion privacy concerns, The Verge. The Verge. Available at: https://www.theverge.com/2022/9/14/23351957/flo-period-tracker-privacy-anonymous-mode (Accessed: October 12, 2022). 14.   Flo (2022) Flo ‘anonymous mode’ now live, offering significant advancement in the privacy and security of Reproductive Health Data, Flo.health – #1 mobile product for women’s health. Available at: https://flo.health/press-center/flo-anonymous-mode-now-live (Accessed: October 12, 2022).