- 14/01/2021
- Category: Uncategorized
Google Meet, 13 November 2020 – Dalam era kontemporer, Gig Economy memegang peranan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara. Namun, keraguan pun muncul terhadap perkembangan gig economy terutama dalam masa pandemi seperti saat ini. Pada seri Digitalk #44 kali ini, Center for Digital Society (CfDS) menghadirkan Manajer Bisnis Taxi Maxim, Imam Mutamad, untuk membahas secara lebih mendalam mengenai kondisi dan relevansi Gig Economy di tengah Pandemi.
Inovasi Servis sebagai Strategi Baru di Tengah Pandemi
Pada awal diskusi, Imam membahas mengenai problematika yang dihadapi Maxim sebagai pemilik platform Gig Economy selama pandemi. Di awal masa pandemi, Maxim pernah mencapai titik di mana terjadi penurunan order hingga mencapai 70% yang sangat memengaruhi operasional perusahaan. Oleh karena itu, adaptasi dan fleksibilitas dalam tim menjadi sangat penting dalam upaya penyelesaian masalah. Selain mendiskusikan mengenai solusi bisnis, Imam Mutamad menambahkan paparannya dengan melakukan inovasi dalam diversifikasi servis. Salah satu contoh yang dilakukan Maxim adalah dengan memunculkan beberapa servis baru di aplikasi seperti transportasi, cargo, pick up, serta massage & spa dalam waktu sekitar 6 bulan. Inovasi servis ini kemudian terbukti membawa dampak positif bagi Maxim, sekaligus adanya peningkatan jumlah order dari waktu ke waktu. Selain itu, layanan food & shop delivery Maxim juga difokuskan untuk mengembangkan UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional di tengah pandemi.
Penerapan Gig Economy dalam Maxim
Pada pemaparan selanjutnya, Imam mengelaborasikan mengenai konsep gig economy dan skema kemitraan yang ada pada Maxim. Ia menekankan bahwa hubungan kemitraan di Maxim memiliki fleksibilitas yang tinggi, dan mitra dapat secara leluasa menentukan jam kerjanya masing-masing tanpa ketentuan. Selain itu,hubungan kemitraan juga bersifat tidak mengikat, sehingga mitra diperbolehkan untuk bekerja di perusahaan/start-up lain untuk menambah pemasukan. Imam kemudian membahas mengenai rencana inovasi Maxim kedepannya, seperti sistem pembayaran (e-money) tersendiri milik maxim, penyempurnaan servis yang ada, serta memaksimalkan mapping antara mitra dan customer agar lebih baik lagi kedepannya. Sebagai penutup, Imam menyatakan bahwa meningkatkan kreativitas dalam Gig Economy terlebih dalam masa pandemi sangatlah penting, “Namun kreativitas semata tidaklah cukup, dibutuhkan pula kecepatan, fleksibilitas, adaptasi dan kelincahan untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan didukung juga oleh daya tahan/durability”.
TaxiMaxim adalah perusahaan penyedia jasa layanan antar (taxi), pengiriman barang, ataupun cargo dengan mengaplikasikan konsep gig-economy. Sejak 2003 perusahaan ini berhasil mengembangkan jaringan ke lebih dari 22 negara di dunia.
Penulis: Aldo Rafi
Penyunting: Ruth T. Simanjuntak