#MelajubersamaGojek: Cara Gojek Bantu UMKM Indonesia Hadapi Pandemi COVID-19

Dampak dari pandemi COVID-19 telah nampak di seluruh sektor kehidupan masyarakat hari ini.. Salah satu sektor yang terdampak paling parah adalah sektor ekonomi. Ketidakstabilan ekonomi mulai melanda di waktu-waktu tidak menentu seperti sekarang. Bisnis-bisnis sedang berusaha untuk mempertahankan situasi finansial mereka, terutama Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di tengah pandemi, ada banyak upaya yang dilakukan untuk menstabilisasi dan merehabilitasi bisnis UMKM agar dapat kembali normal. Salah satu solusinya adalah dengan mengintegrasikan teknologi dan ekonomi digital ke dalam bisnis UMKM konvensional.

Kurangnya kesempatan untuk menjual produk UMKM secara offline dikarenakan social distancing telah mendorong para bisnis ini menjadi bisnis online dan salah satu caranya adalah melalui platform digital seperti Gojek. Ekosistem digital Gojek telah berkembang secara pesat beberapa tahun terakhir dan pandemi ini telah mengembangkan Gojek lebih jauh lagi. Semakin banyak pelaku usaha  menggunakan teknologi digital untuk meringankan berkurangnya pendapatan mereka. Gojek juga membantu usaha kecil untuk bertransformasi menjadi bisnis online dengan memberikan solusi melalui inisiatif seperti #MelajubersamaGojek dan aplikasi Selly. Artikel ini akan menjelaskan lebih lanjut tentang kondisi UMKM di Indonesia sekarang dan peran serta solusi Gojek untuk membantu bisnis-bisnis ini bernavigasi di saat-saat yang susah ini.

Kondisi UMKM selama pandemi

UMKM telah menjadi salah satu kontributor terbesar PDB Indonesia dan mempunyai peran signifikan terhadap perekonomian negara. UMKM mengkontribusikan setengah dari PDB Indonesia. Namun saat ini UMKM tengah mengahadapi dampak efek ekonomi dari pandemi. Hal ini direfleksikan dengan menurunnya perkembangan ekonomi negara dibandingkan dengan tahun lalu.[i] Dengan ketidakpastian ekonomi yang masih terus berjalan, UMKM makin dirugikan akibat berkurangnya permintaan untuk produk-produk mereka. Menurut kajian terbaru dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI) dengan Gojek, dilaporkan bahwa dalam periode Maret-Juni 2020, 85% UMKM mengalami penurunan pendapatan. UMKM juga kehilangan setengah dari pendapatan mereka karenanya. Selain dari menurunnya permintaan, ada juga beberapa faktor lain yang berdampak terhadap sistem operasi UMKM, yang termasuk meningkatnya harga dan ketidaktersediaan bahan baku, keterlambatan pengiriman, periode produksi yang lebih lama, dan karyawan yang pulang kampung.[ii] Meskipun demikian, laporan tersebut menyebutkan bahwa 120,000 pedagang baru mendaftarkan diri mereka ke Gojek selama 4 bulan tersebut, dengan 94% bisnis berskala mikro dan 43% bisnis pemula.[iii] Dengan penutupan tempat umum dan PSBB di Indonesia, salah satu cara untuk mempertahankan bisnis adalah dengan go digital. Ini telah menjadi target untuk UMKM dalam beradaptasi di situasi ini, ditunjukan dengan target 10 juta UMKM digital dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk tahun ini. Sampai bulan Juni 2020, sudah ada 9.6 juta UMKM yang go digital.[iv] Dengan keadaan Indonesia yang belum bisa pulih ke situasi sebelum pandemi ini, jumlah dari UMKM yang akan menjadi digital juga diharapkan menaik.

Peran serta solusi Gojek dalam membantu UMKM

Salah satu platform yang telah membantu bisnis untuk menjadi digital adalah Gojek, dimana platform multi-servisnya telah membantu meningkatkan ekonomi digital Indonesia di beberapa tahun terakhir. Ekosistem Gojek telah berkontribusi sebesar Rp 104,6 triliun pada tahun 2019, yang setara dengan 1% dari PDB Indonesia.[v] Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, banyak UMKM yang berpindah ke jalur digital untuk mempertahankan pendapatan mereka. Laporan dari LD FEB UI dengan Gojek adalah untuk menunjukan peran dari ekosistem ekonomi digital untuk membantu UMKM dalam pandemi. Situasi ini juga menguji cara UMKM untuk beradaptasi terhadap masalah ini dan melihat ketahanan mereka. Gojek sendiri telah memberikan dukungan untuk UMKM beradaptasi dengan menyediakan ekosistem ekonomi digital yang besar untuk digunakan bagi bisnis untuk go digital.[vi] Dorongan untuk mendigitalkan UMKM saat sekarang sudah terlihat hasilnya, karena sudah banyak penjual baru yang mendaftarkan dirinya di Gojek pada periode ini. Mayoritas dari UMKM juga menyatakan bahwa mereka bisa beradaptasi karena ekosistem Gojek. Para penjual juga menyebutkan bahwa fitur-fitur Gojek seperti atur promosi mandiri dan periode promosi telah membantu bisnis mereka bertahan. Laporan tersebut juga menyebutkan keterampilan-keterampilan yang telah didapatkan oleh pengusaha baru seperti keterampilan menjual online (77%), penggunaan sosial media untuk iklan produk (48%) dan kreatifitas pemasaran (45%). Telah dilaporkan juga bahwa 90% dari UMKM yang disurvey merasa optimis bahwa bisnis mereka bisa kembali ke semula dan berkembang di dalam sistem Gojek.[vii] Gojek juga mengenalkan Komunitas Laris Manis bersama aplikasi Selly, dimana komunitas tersebut diharapkan bisa wadah pelatihan untuk UMKM. Komunitas ini dimaksudkan untuk memberikan pelatihan dasar kewirausahaan dan pengetahuan umum bagi para pengusaha untuk mengembangkan bisnis mereka.[viii] Laporan ini menunjukan peran penting Gojek dalam membangun ketahanan ekonomi UMKM melalui platfom mereka dan dukungan-dukungan tambahan lain yang mereka telah berikan. Hal ini juga menunjukan pentingnya ekonomi digital dalam membantu UMKM untuk tetap menjalankan bisnisnya di situasi ini.

#MelajuBersamaGojek & Selly: solusi jangka panjang untuk UMKM Indonesia?

Ketahanan ekonomi dari ekosistem digital harus dikuatkan dalam jangka panjang. Co-CEO Gojek, Andre Soelistyo, menyebutkan bahwa mendukung UMKM Indonesia telah menjadi salah satu komitmen jangka panjang perusahaan dan Gojek akan terus memberikan solusi yang komprehensif dan inklusif untuk UMKM mempertahankan dan mengembangkan bisnis mereka.[ix] Untuk menunjukan komitmen ini, Gojek meluncurkan inisiatif #MelajubersamaGojek pada 11 Agustus 2020. Inisiatif ini merupakan upaya Gojek untuk membantu UMKM go digital melalui servis-servis dalam ekosistem mereka. Inisiatif ini, yang juga dibarengi oleh peluncuran website untuk inisiatif tersebut, menyediakan bantuan dan solusi komprehensif kepada UMKM. Bimbingan ini termasuk setiap cara untuk mengoperasi bisnis online, mulai dari aspek pemasaran, pembayaran, pengiriman, dll.[x] Situs webnya dapat diakses oleh semua UMKM di Indonesia dimana mereka bisa mencari solusi dari ekosistem Gojek yang cocok dengan kebutuhan mereka. Aplikasi yang berada di dalam inisiatif ini termasuk MidTrans Payment Link (untuk pembayaran online), GoBiz (untuk pengelolaan bisnis), Moka (untuk kasir online), GoSend (untuk pengiriman) dan GoPay (untuk e-wallet dan pembayaran online).[xi] Solusi lain yang Gojek telah sediakan adalah aplikasi Selly, yang dideskripsikan sebagai aplikasi keyboard and dashboard untuk memfasilitasi UMKM menjual produk mereka online.[xii] Aplikasinya sendiri dilengkapi oleh fitur-fitur yang akan memudahkan penjual e-commerce. Fitur-fitur utama Selly adalah autotext, memeriksa biaya pengiriman, mengirimkan tagihan pelanggan, pembayaran online melalui GoPay, memeriksa pesanan pelanggan dan pembuatan laporan penjualan.[xiii] Solusi-solusi diatas merupakan beberapa upaya Gojek untuk membantu UMKM pada masa pandemi ini. Dengan membantu pertumbuhan UMKM Indonesia telah tertanam di DNA Gojek, kita bisa harapkan bahwa beberapa inisiatif dan solusi diatas bisa mengurangi kerugian bisnis-bisnis ini dan bisa mendorong pertumbuhannya dalam jangka panjang.

Penulis: Jasmine Noor
Penyunting: Amelinda Pandu Kusumaningtyas


Reference List

The Jakarta Post. 2020. New Gojek Website To Help MSMEs Go Digital. [online] Available at: <https://www.thejakartapost.com/paper/2020/08/13/new-gojek-website-to-help-msmes-go-digital.html> [Accessed 1 September 2020].

Walandouw, P., Primaldhi, A., Wisana, I. and Nugroho, A., 2020. Peran Ekosistem Gojek Di Ekonomi Indonesia Saat Dan Sebelum Pandemi COVID-19. [online] Depok: Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Available at: <https://ldfebui.org/penelitian/ringkasan-penelitian/peran-ekosistem-gojek-di-ekonomi-indonesia-saat-dan-sebelum-pandemi-covid-19/> [Accessed 1 September 2020].

Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020. Ekosistem Digital Gojek Mendukung Ketahanan Ekonomi Melalui Kontribusi Yang Berkelanjutan. [online] Available at: <https://ldfebui.org/wp-content/uploads/2020/08/LD-UI-Berita-Pers-Peran-Ekosistem-Gojek-di-Ekonomi-Indonesia-Saat-dan-Sebelum-Pandemi-COVID-19.pdf> [Accessed 1 September 2020].

Syarizka, D., 2019. Gojek Gandeng Selly Bangun Komunitas Laris Manis Upgrade UMKM. [online] Bisnis.com. Available at: <https://teknologi.bisnis.com/read/20190625/266/937648/gojek-gandeng-selly-bangun-komunitas-laris-manis-upgrade-umkm> [Accessed 1 September 2020].

Mifta, L., 2020. Gojek Hadirkan #Melajubersamagojek Untuk Bantu UMKM Go Digital. [online] Teknologi.id. Available at: <https://teknologi.id/business/gojek-hadirkan-melajubersamagojek-untuk-bantu-umkm-go-digital> [Accessed 1 September 2020].

Antara News. 2020. Aplikasi Selly Dari Gojek Fasilitasi UMKM Memproses Pesanan. [online] Available at: <https://www.antaranews.com/berita/1666038/aplikasi-selly-dari-gojek-fasilitasi-umkm-memproses-pesanan> [Accessed 1 September 2020].

Gojek.com. 2020. Jualan Online Jadi Praktis Bareng Gopay Dan Selly | Gopay. [online] Available at: <https://www.gojek.com/blog/gopay/jualan-online/> [Accessed 1 September 2020].

[i] The Jakarta Post. 2020. New Gojek Website To Help MSMEs Go Digital. [online] Available at: <https://www.thejakartapost.com/paper/2020/08/13/new-gojek-website-to-help-msmes-go-digital.html> [Accessed 1 September 2020].

[ii] Walandouw, P., Primaldhi, A., Wisana, I. and Nugroho, A., 2020. Peran Ekosistem Gojek Di Ekonomi Indonesia Saat Dan Sebelum Pandemi COVID-19. [online] Depok: Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Available at: <https://ldfebui.org/penelitian/ringkasan-penelitian/peran-ekosistem-gojek-di-ekonomi-indonesia-saat-dan-sebelum-pandemi-covid-19/> [Accessed 1 September 2020].

[iii] Ibid.

[iv] The Jakarta Post. 2020.

[v] Walandouw, P., Primaldhi, A., Wisana, I. and Nugroho, A. 2020.

[vi] Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2020. Ekosistem Digital Gojek Mendukung Ketahanan Ekonomi Melalui Kontribusi Yang Berkelanjutan. [online] Available at: <https://ldfebui.org/wp-content/uploads/2020/08/LD-UI-Berita-Pers-Peran-Ekosistem-Gojek-di-Ekonomi-Indonesia-Saat-dan-Sebelum-Pandemi-COVID-19.pdf> [Accessed 1 September 2020].

[vii] Walandouw, P., Primaldhi, A., Wisana, I. and Nugroho, A. 2020.

[viii] Syarizka, D., 2019. Gojek Gandeng Selly Bangun Komunitas Laris Manis Upgrade UMKM. [online] Bisnis.com. Available at: <https://teknologi.bisnis.com/read/20190625/266/937648/gojek-gandeng-selly-bangun-komunitas-laris-manis-upgrade-umkm> [Accessed 1 September 2020].

[ix] Mifta, L., 2020. Gojek Hadirkan #Melajubersamagojek Untuk Bantu UMKM Go Digital. [online] Teknologi.id. Available at: <https://teknologi.id/business/gojek-hadirkan-melajubersamagojek-untuk-bantu-umkm-go-digital> [Accessed 1 September 2020].

[x] Ibid.

[xi] Ibid.

[xii] Antara News. 2020. Aplikasi Selly Dari Gojek Fasilitasi UMKM Memproses Pesanan. [online] Available at: <https://www.antaranews.com/berita/1666038/aplikasi-selly-dari-gojek-fasilitasi-umkm-memproses-pesanan> [Accessed 1 September 2020].

[xiii] Gojek.com. 2020. Jualan Online Jadi Praktis Bareng Gopay Dan Selly | Gopay. [online] Available at: <https://www.gojek.com/blog/gopay/jualan-online/> [Accessed 1 September 2020].