- 18/12/2025
- Category: Siaran Pers

Yogyakarta, 17 Desember 2025 — Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Friedrich-Ebert-Stiftung (FES) dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KemenkoPMK) menyelenggarakan Digital Future Discussion (Difussion) seri ke-130 bertajuk “Belajar dari Global, Bertindak Lokal: Strategi Penguatan Talenta Kecerdasan Artifisial Indonesia”. Diskusi daring ini mengupas masa depan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), khususnya dalam konteks penguatan talenta AI, serta implikasinya terhadap kebijakan, pemerintahan, dan pembangunan manusia di Indonesia.
Diskusi ini menghadirkan Fransisca Octaviani, peneliti CfDS, dan Hosea Immanuel, peneliti CfDS, sebagai pembicara, dengan Martian Vinen, peneliti CfDS, sebagai moderator. Para pembicara membahas tantangan dan peluang pengembangan talenta AI di Indonesia, peran negara dalam merumuskan kebijakan yang inklusif, serta posisi manusia di tengah transformasi digital yang semakin dipengaruhi oleh kecerdasan artifisial.
Diskusi dibuka oleh Fransisca yang menekankan pentingnya tata kelola AI dalam membentuk pendidikan digital yang berorientasi pada pembangunan manusia dan kebudayaan, serta tidak semata berfokus pada aspek teknologi. “Tata kelola AI dalam hal ini diharapkan mampu membentuk pendidikan digital yang holistik serta mendorong cara peserta dalam menyikapi kecerdasan artifisial. Transformasi dan potensi pengembangan peserta juga perlu diiringi dengan penguatan keterampilan lain yang relevan.” ucapnya.
Diskusi dilanjutkan oleh Hosea yang menegaskan bahwa pesatnya perkembangan AI dalam berbagai sektor menuntut perhatian terhadap dimensi sosial, etika, dan sumber daya manusia. Di Indonesia, upaya tersebut telah tercermin dalam kerangka kebijakan pengembangan talenta AI nasional yang berorientasi manusia, namun implementasinya masih terkendala oleh absennya dasar hukum yang mengikat. “Standar KA [Kecerdasan Artifisial/AI] ini belum mengikat secara hukum, sehingga belum ada dorongan kuat secara hukum bagi setiap institusi, baik di sektor swasta maupun publik, untuk menerapkan kerangka kebijakan pengembangan AI nasional,” jelas Hosea.
Melalui Difussion #130, CfDS UGM dan KemenkoPMK mendorong arah pengembangan AI, khususnya dalam penguatan talenta AI, yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpusat kepada manusia. Diskusi ini diharapkan dapat menjadi ruang refleksi bagi publik, akademisi, praktisi, hingga pembuat kebijakan demi tata kelola AI yang lebih baik di Indonesia.
Penulis: Azzallea Ega Riesta Christsanda
Penyunting: Dhivana Anarchia Ria Lay
Siaran ulang: https://www.youtube.com/watch?v=o2sZTPlH5AQ
Center for Digital Society
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi +62 857-9931-2383 (Masgustian) atau cfds.fisipol@ugm.ac.id Faculty of Social and
Center for Digital Society (CfDS) adalah pusat penelitian di bawah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada. CfDS FISIPOL UGM berfokus pada kajian masyarakat digital. Melalui berbagai penelitian dan acara diskusi publik, CfDS FISIPOL UGM menyediakan sumber daya edukasi kepada masyarakat tentang dampak teknologi terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dimensi sosial, politik, dan ekonomi.