- 27/06/2024
- Category: Commentaries ID
Penulis: Ayom Mratita Purbandani
Editor: M Perdana Karim
Di tengah sorotan publik terhadap ancaman pemblokiran aplikasi X (dulunya Twitter) oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai respons atas kebijakan baru X yang mengizinkan peredaran konten seksual sebagai bentuk “kebebasan menciptakan konten,” muncul sebuah situs bernama ElaElo yang diasumsikan sebagai alternatif untuk X. Situs yang menarasikan diri sebagai “media sosial lokal pengganti X” itu diduga sebagai situs garapan pemerintah.1 Dugaan ini dikuatkan oleh tampilan ElaElo yang memasang lambang garuda di halaman utamanya dan mengklaim sebagai buatan Kominfo dengan tulisan ‘Dalam Pengawasan Kominfo.’ Namun, tak lama berselang, dugaan ini dibantah melalui situs resmi Kominfo yang menyatakan bahwa situs ElaElo bukanlah platform yang dikembangkan oleh Kominfo.2
Sejak awal kemunculannya, ElaElo telah dianggap kontroversial. Penggambaran bahwa situs tersebut merupakan garapan pemerintah sebagai alternatif pemblokiran X sendiri menimbulkan sikap antipati dari masyarakat. Antipati, sebab masyarakat menaruh kecurigaan pada isu kebebasan berpendapat yang berupaya ditekan pemerintah melalui pemblokiran X.3 Sejak bantahan Kominfo sebagai pengembang ElaElo dirilis, masyarakat semakin skeptis terhadap keabsahan situs ElaElo. Mulai dari ketidakjelasan otoritas pengembang hingga tingkat keamanan yang amat rendah.
Tak jelas siapa pengembangnya
Bantahan terhadap klaim sepihak ElaElo terkait otoritas Kominfo yang membawahi pengembangannya menimbulkan tanda tanya tentang siapa sebenarnya pengembang ElaElo. Menurut hasil penelusuran melalui WHOIS, Elaelo teregistrasi atas nama PT. Aksara Data Digital dengan domain www.aksaradata.id, berkantor di Cyber Building 1 Lantai 3, Jakarta Selatan, dan dibuat pada 12 Desember 2023 lalu.4 Namun, Aksara Data Digital menyangkal asumsi bahwa mereka adalah pengembang ElaElo. Aksara Data Digital menyampaikan bahwa mereka hanyalah perusahaan registrar untuk domain tersebut dan bukanlah pemilik dari ElaElo. Sementara itu, di dalam situs ElaElo sendiri, pembuatnya berlaku sebagai administrator yang menggunakan alias ‘Iron Dome #Hmei.’ Dalam sebuah cuitan di dalam ElaElo pun, administrator tersebut melakukan manipulasi berita yang terbit di CNBC dengan mengubah judul berita “Warga RI Diminta Ganti Medsos, Kominfo Mau Blokir X” menjadi “Warga RI Diminta Ganti Medsos ke Elaelo.id, Kominfo Mau Blokir X.” Pengembang asli dari ElaElo sendiri masih tidak diketahui, sebab data penyewa domain tersebut dirahasiakan.
Potensi pencurian data pribadi
Beberapa warganet yang telah mengakses ElaElo membagikan pengalaman dan mewaspadai terkait keamanan data. Melalui cuitan di X, pengguna Om Jayy (@Omjayyyyyyy) menyebut bahwa ElaElo memaksa pengunjungnya untuk menerima semua cookies saat kali pertama mengaksesnya. Kebijakan tersebut berbahaya terhadap privasi pengguna, karena penerimaan semua cookies tanpa penginformasian kepada pengguna dapat memungkinkan pengumpulan data yang berlebihan dan tidak transparan.5
Sumber: @Omjayyyyyyy di X
Bagian “Tentang Kami”, “Kebijakan Privasi”, “Ketentuan Penggunaan”, dan “FAQ” dari situs ElaElo yang seharusnya memuat informasi mengenai detail dari situs pun masih kosong. Artinya, tidak ada transparansi dan jaminan hukum bahwa data tidak akan disalahgunakan atau diperjual-belikan. Informasi-informasi tersebut wajib termuat dalam sebuah situs sebagai implementasi UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi. Daeng Ipul, Kepala Divisi Keamanan Digital SAFEnet, menyampaikan bahwa situs ElaElo bisa sangat berbahaya dan tidak aman.6 Kurangnya informasi-informasi yang seharusnya tersedia di dalam situs motif dan kredibilitas dari pengembang ElaElo. Di samping itu, tampilan antarmuka pengguna (UI) ElaElo sangat mirip dan dapat disebut sebagai replika dari tampilan X menimbulkan pertanyaan mengenai orisinalitas situs tersebut. Apabila situs ElaElo, sebagaimana narasinya, diupayakan sebagai ‘pengganti’ X berbasis lokal, sudah selayaknya pengembang tidak meniru sepenuhnya.
Situs dengan tampilan depan topeng Guy Fawkes pada awalnya tersebut sempat menginformasikan perbaikan dengan latar belakang hitam dengan menampilkan logo garuda dan menuliskan “Under Construction by Kominfo.” Namun, setelah bantahan Kominfo dirilis, tulisan tersebut diganti dengan “Under Construction by Democracy Fighter.”
Sumber: elaelo.id
Beberapa warganet menilai bahwa situs ElaElo dimaksudkan sebagai situs satir yang merespons pemblokiran x. Namun, kewaspadaan dan keengganan pengguna X untuk beralih ke platform tersebut lebih dilandasi oleh kecurigaan terhadap ElaElo, mulai dari ketidakjelasan pengembang, masalah privasi data, dan kemiripan dengan X. Ramainya informasi dan pengalaman yang dibagikan warganet mengenai ketidaktransparanan situs ElaElo menunjukkan bahwa masyarakat semakin peduli terhadap perlindungan data pribadi.
Sumber: @zassfarsabilah, @szxcdav, and @abdlrzzq di X
Langkah respons bantahan resmi yang diberikan Kominfo membantu menjernihkan informasi yang disampaikan sepihak oleh ElaElo. Namun, mengingat pencatutan nama Kominfo, penyantuman logo garuda, dan penampilan lagu nasional, Kominfo selayaknya dapat menindak tegas ElaElo. ElaElo beroperasi selama beberapa kurun waktu sebelum akhirnya tidak dapat diakses pada 20 Juni 2024, tetapi tidak dapat dipastikan berapa pengguna yang telah mendaftar dan membagikan data pribadinya kepada ElaElo. Situs yang menghimpun data pribadi pengguna harus bertanggungjawab terhadap data yang mereka miliki.
- Ramdhan, F. Tirto.id. “Apa Itu ElaElo yang Katanya Medsos Lokal Pengganti X?” Accessed June 23, 2024. https://tirto.id/apa-itu-elaelo-yang-katanya-medsos-lokal-pengganti-x-gZKx. ↩︎
- Hoaks Situs ElaElo Buatan Kementerian Kominfo,” Kementerian Komunikasi dan Informatika, accessed June 23, 2024, https://www.kominfo.go.id/content/detail/57226/hoaks-situs-elaelo-buatan-kementerian-kominfo/0/laporan_isu_hoaks. ↩︎
- Kilat.com, ‘Medsos Tanah Air ElaElo Tuai Kritik, Ditakuti Jadi Aplikasi Lakukan Phising Rakyat,’ accessed June 23, 2024, https://www.kilat.com/nasional/84412927858/medsos-tanah-air-elaelo-tuai-kritik-ditakuti-jadi-aplikasi-lakukan-phising-rakyat. ↩︎
- WHOIS Lookup for elaelo.id,” GoDaddy, accessed June 23, 2024, https://sg.godaddy.com/whois/results.aspx?itc=dlp_domain_whois&domain=elaelo.id. ↩︎
- Xu, Z., Yu, W., Almohri, H. M., & Xu, W. “Accept All Exploits: Exploring the Security Impact of Cookie Banners,” Proceedings of the 38th Annual Computer Security Applications Conference (2022): 68-80. https://doi.org/10.1145/3564625.3564647. ↩︎
- Situs ElaElo Dianggap Tidak Aman, SAFEnet Peringatkan Soal Keamanan Data,” Tempo, accessed June 23, 2024, https://tekno.tempo.co/read/1881792/situs-elaelo-dianggap-tidak-aman-safenet-peringatkan-soal-keamanan-data. ↩︎