- 25/03/2024
- Category: Siaran Pers
Yogyakarta (21/3/24) – Penggunaan teknologi untuk mengotomasi berbagai kegiatan operasional bisnis kini telah menjangkau beragam industri, termasuk industri properti. Pemanfaatan teknologi properti (proptech) juga kian berkembang pesat untuk mempermudah aktivitas perusahaan properti. Menanggapi tren kebutuhan ini, Center for Digital Society (CfDS) UGM mengadakan kegiatan diskusi Digital Tech Startup Introduction (Decision) seri ke-10 yang bertajuk “Future of PropTech: Transforming Modern Living with Digital Visions”. Acara ini diadakan pada Kamis (21/3) dengan mengundang Muhammad Furqon Jamil, Vice President of Employee Experience & Culture in Trainee dari Bukit Vista; sebuah startup bidang manajemen dan pemasaran properti digital. Diskusi ini disiarkan langsung melalui akun YouTube resmi CfDS UGM pada pranala https://www.youtube.com/live/yen5ieEiEpw?si=SRTDXXrfZIPMtoaf.
Furqon mengenalkan perjalanan berdirinya Bukit Vista sebagai perusahaan hospitality, sejak awal yang hanya menerima 10 tamu, hingga lebih dari 100 tamu setiap harinya. Dalam perkembangan proses perekrutan tim Bukit Vista, komposisinya lebih banyak diisi oleh tim engineering. Pendekatan ini berbeda dengan kompetitor-kompetitor perusahaan ini yang cenderung menggunakan cara konvensional, yakni merekrut lebih banyak pekerja di bidang operasional ketika jumlah tamu semakin bertambah. Pendekatan berbeda dalam proses rekrutmen ini dipandang Bukit Vista sebagai cara mengelevasi pemanfaatan proptech di perusahaannya. Pemanfaatan teknologi di bidang properti seperti ini dapat mempermudah kegiatan manajemen properti, peningkatan pengalaman konsumen, pemasaran properti, dan sebagainya. Sehingga, tingkat produktivitas Bukit Vista sebagai bisnis properti dapat bertambah.
Bukit Vista juga mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk membantu pekerjaan sehari-hari perusahaan, utamanya dalam melayani tamu. Tidak hanya itu, AI juga digunakan untuk memproduksi konten, menganalisis proyeksi revenue, melakukan copywriting, dan melakukan customer service. AI ini dilatih oleh tim Bukit Vista agar memiliki informasi-informasi terbaru yang dibutuhkan untuk melakukan tugas. Knowledge management menjadi tantangan terbaru yang penting untuk dihadapi oleh Bukit Vista.
Furqon berpendapat bahwa proptech, dalam konteks Bukit Vista, lahir dari tren digitalisasi global. Efektivitas proptech dalam pasar properti dapat diukur melalui indikator revenue dan profit. “Teruslah berkembang, karena zaman ini tidak pernah berhenti berkembang. Sama halnya di industri proptech ataupun di industri manapun. Selalu akan ada inovasi-inovasi baru yang menanti kita semua. Kalau misalkan kita tidak ingin berkembang, nanti kita akan ketinggalan zaman. Jadi kita harus selalu keep up. Kita harus selalu belajar. Tanamkan growth mindset untuk bisa menjadi yang terbaik, dan juga menjadi pelopor inovasi dalam setiap perkembangan zaman”, tutup Furqon.
Penulis : Carmelia Gaby Talia
Penyunting : Allysa Putri Rendry dan Ayu Pratiwi