- 29/01/2024
- Categories: Difussion, Uncategorized
Yogyakarta (25/01/24) – Digitalisasi dan globalisasi yang terus berkembang dengan cepat membuat masyarakat untuk harus terus memperbaiki dan meningkatkan keterampilan digitalnya. Bukan tanpa alasan, keterampilan digital memungkinkan individu untuk mengevaluasi informasi internet secara efektif sehingga memfasilitasi pemahaman yang lebih baik. Center for Digital Society (CfDS) dengan bangga menghadirkan acara Difussion #106 bertajuk “Melangkah Lebih Lanjut: Keberlanjutan dan Peningkatan keterampilan digital di tahun 2024” yang menyoroti persiapan peningkatan keterampilan digital di tahun 2024 ini. Diskusi ini dibersamai oleh Achmed Faiz Yudha Siregar (Research Officer CfDS) dan Arifatus (Research Officer CfDS) yang dimoderatori oleh Nabila Maharani Naumi (Community Outreach Assistant CfDS). Acara ini dapat disaksikan melalui kanal YouTube CfDS https://www.youtube.com/watch?v=oGpeo8mnwIU
Kesenjangan Digital di Indonesia
Masalah utama yang harus segera diselesaikan adalah jangkauan internet yang tidak menyeluruh. Hal ini menyebabkan keterbatasan konektivitas dan kekurangan akses pada infrastruktur dan kemampuan digital yang berdampak pada 33% penduduk Indonesia. Dampak kesenjangan ini dapat membuat gangguan digital sampai mengganggu kedaulatan sebuah negara karena adanya ancaman keamanan siber. Tercatat, pada tahun 2023 persebaran internet Indonesia mencapai 78,19%, tetapi sayangnya masih ada sekitar 60 juta jiwa yang belum mendapatkan akses internet secara baik.
Teknologi sendiri tentunya berperan signifikan dalam kehidupan manusia. Dari sektor ekonomi, teknologi dapat meningkatkan pendapatan negara karena dengan adanya pekerja yang terampil secara digital akan memberikan kontribusi ekonomi sebesar 4 triliun di 2030. Selain itu, teknologi digital juga berpotensi untuk menciptakan lapangan kerja baru secara masif dan luas. “Meskipun persentase pemerataan teknologi bisa dibilang sudah besar, pemerintah harus bisa menginisiasi jaminan kesehatan nasional yang membutuhkan peran teknologi pada suku-suku pelosok sehingga diharapkan ada beberapa sektor yang terbuka, seperti fasilitas kesehatan masyarakat”, tutur Achmed.
Persiapan Implementasi Digitalisasi
Peningkatan akses internet akan memungkinkan lebih banyak orang terlibat dalam ekosistem digital. Di tahun 2023, terdapat peningkatan kemampuan digital dengan capaian 60% untuk pekerja Indonesia dengan fokus utama upskilling sehingga diharapkan dapat mendukung adaptasi pekerja terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pasar. Selain itu, pelatihan eksklusif juga akan menjadi pendorong persiapan tenaga kerja untuk bersaing di era kemampuan digital.
Dalam rangka mempersiapkan program-program pengembangan ini, kerja sama antara pihak pembuat kebijakan dan swasta sangat diperlukan untuk memastikan ketersediaan sumber daya yang cukup dan infrastruktur yang memadai. Di lain sisi, komunitas dan masyarakat perlu meningkatkan keterampilan digitalnya mulai dari aktivitas sederhana. Hal ini mencakup edukasi yang dapat diikuti oleh setiap lapisan masyarakat. “Pada akhirnya, masyarakat membutuhkan program peningkatan literasi digital yang diinisiasi oleh akademisi, komunitas, dan media untuk menjangkau berbagai daerah untuk memastikan inklusivitas peningkatan pemahaman teknologi digital”, jelas Arifatus menutup diskusinya.
Author: Muhammad Alfasya Syabil SholatarEditor: Ni Kadek Ayu Pratiwi