- 14/10/2023
- Category: Siaran Pers
Pada era digital masa ini, LinkedIn menjadi salah satu alat penting dalam dunia profesional. Platform bisnis dan karir ini menawarkan sejumlah manfaat bagi para penggunanya, baik dari kalangan individu maupun perusahaan. Melihat peluang dan tren menarik tersebut, Center for Digital Society (CfDS) UGM mengadakan lokakarya daring Digital Practice #5 bertajuk “Resume & LinkedIn: Winning the Digital Job Game”. Secara komprehensif, lokakarya ini memberikan para peserta pemahaman mengenai bagaimana LinkedIn dapat membantu mereka membangun dan memelihara jejaring profesional dalam jangkauan yang luas. Azzahra Saffira Pradita selaku CEO Upgraze menjadi pemateri pada kesempatan ini, dan turut dimoderatori oleh I Komang Restu selaku Partnership Assistant CfDS.
Fungsi LinkedIn sebagai Platform Jejaring Sosial Profesional
Azzahra membuka sesi pelatihan mengenai sebuah platform yang menggabungkan konsep media sosial dan portal pekerjaan dapat memfasilitasi para pekerja dalam berkoneksi, berjejaring, dan berinteraksi secara profesional. Salah satu dari banyaknya platform tersebut adalah LinkedIn. Media sosial profesional ini dapat menjadi penghubung antara rekan kerja dan profesional sesuai dengan hubungan.
Atas kebermanfaatannya, saat dan pasca pandemi COVID-19, terjadi kenaikan persentase pengguna LinkedIn sebesar 59%, seperti yang diungkapkan oleh Azzahra. “Sampai sekarang, tercatat bahwa terdapat tren perilaku rekrutmen yang semakin mempertimbangkan bagaimana calon pekerja memanfaatkan media sosial LinkedIn ini,” pungkas Azzahra.
Rekruter masa kini turut ‘melirik’ akun LinkedIn para calon pekerja untuk mempertimbangkan kelayakan mereka. Tak dapat dipungkiri bahwa tampilan akun LinkedIn yang menarik dan informatif tentu dapat membangun kesan pertama yang positif di mata para rekruter. Hal tersebut dapat berupa penggunaan foto profil yang profesional, kata kunci headline yang mewakili profil pengguna, ringkasan riwayat pendidikan serta pengalaman kerja yang menarik dan jelas, dan masih banyak lagi. Unsur-unsur tersebut harus dapat mengesankan para pembaca, terutama para rekruter. Oleh karena itu, pengguna LinkedIn harus peka terhadap posisi karir terkini dan keahlian bidang yang dimiliki.
Membangun Personal Branding Lewat Latar Belakang Pribadi yang Profesional
Membangun komposisi akun LinkedIn yang impresif haruslah disertai dengan pemilihan informasi-informasi yang tepat guna membangun personal branding. Pengguna dapat ikut memproduksi konten-konten informatif sesuai dengan bidang yang ditekuni, membagikanportofolio, hingga membuat ulasan pengalaman dari berbagai kegiatan yang pernah dihadiri. Produktivitas pengguna LinkedIn ini akan menambah peluang bagi mereka untuk menarik perhatian para perekrut.
Untuk menunjang kekuatan personal branding para penggunanya, , LinkedIn juga menyediakan fitur pembuatan curriculum vitae (CV) dengan format yang mudah dideteksi oleh applicant tracking system (ATS). Keistimewaan ini berguna untuk para profesional yang membutuhkan CV untuk berbagai keperluan, seperti untuk mengajukan pendaftaran kepanitiaan, melamar kerja, sampai dengan pengajuan beasiswa. Keunikan tersebut tentunya berguna bagi pengguna platform ini karena memberikan keefektifan dan keefisienan dalam melengkapi dokumen administrasi profesional mereka.“Kita harus mengetahui faktor-faktor yang dapat meningkatkan nilai CV atau resume kita, , contohnya dengan memaksimalkan penggunaan kata kunci atau buzzwords yang dapat dideteksi ATS. Perlu diingat pula bahwasanya semua yang tertulis di dalam CV harus berdasarkan fakta,”, tutup Azzahra untuk mengakhiri sesi pelatihannya.
Pelatihan ini menghasilkan respons positif dan antusiasme yang ditunjukan dari partisipasi para peserta. CfDS berharap output yang ditujukan dari pelatihan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi semua peserta untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengoperasikan LinkedIn.
Penulis: Muhammad Alfasya Syabil Sholatar
Penyunting: Allysa Putri R