ISIF-APNIC: Menangkal Misinformasi Krisis Iklim di Indonesia

Misinformasi merupakan salah satu tantangan yang paling banyak ditemukan dalam perkembangan teknologi digital dewasa ini. Dari beragam jenis misinformasi yang beredar sangatcepat di Indonesia, misinformasi mengenai krisis iklim sering dianggap sebagai misinformasi yang tidak ‘berbahaya’ sekaligus resikonya rendah dan tidak langsung terlihat–jika dibandingkan misalnya dengan misinformasi terkait pandemi COVID-19, maupun misinformasi politik yang risikonya terlihat baik di bidang kesehatan maupun politik.Padahal,misinformasi krisis iklim berpotensi untuk memicu kerusakan lingkungan serta perubahan penting ekosistem bumi yang akan merugikan manusia maupun makhluk hidup lainnya.

Penelitian yang berjudul “Menangkal Misinformasi Krisis Iklim di Indonesia” dilakukan berdasarkan keprihatinan terhadap persebaran misinformasi iklim yang semakin banyak ditemukan, namun di sisi lain, perhatian untuk menangkalnya masih cukup terbatas. Hal ini semakin diperparah dengan temuan riset berbasis survei yang dilakukan oleh YouGov yang menyebutkan bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah climate-change deniers (penyangkal krisis iklim) tertinggi di dunia serta berpotensi tinggi untuk mempercayai misinformasi krisis iklim sekaligus menyebarkannya. Misinformasi krisis iklim patut diperhatikan karena dua hal.

Pertama, misinformasi krisis iklim membuat orang ragu atau semakin ragu terhadap konsensus krisis iklim. Kedua,misinformasi krisis iklim membuat orang tidak percaya atau ragu terhadap sains yang mempelajari krisis iklim.Akibatnya, misinformasi krisis iklim memiliki peran langsung dalam menopang krisis iklim dan menghambat aksi atau kebijakan krisis iklim.Berdasarkan latarbelakang tersebut,penelitian ini mencoba menjawab dua pertanyaan penting.Pertama, bagaimana pemahaman, pola konsumsi dan kemampuan literasi digital pengguna internet Indonesia terkait misinformasi krisis iklim? Kedua, bagaimana ragam misinformasi krisis iklim yang ditemukan dan diverifikasi oleh beragam sumbercek fakta terpercaya di Indonesia?

Baca Ringkasan Eksekutif dari riset ini

Unduh versi lengkap Laporan Riset ISIF-APNIC