[SIARAN PERS] Artifical Intelligence: Pentingkah Diadopsi oleh Organisasi di Indonesia? DigiTalk #50

7 Oktober 2021— Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan menjadi salah satu agenda besar dalam pengelolaan sistem berbagai organisasi di dunia. Teknologi mutakhir ini menjadi upaya vital organisasi untuk mentransformasi sektor pekerjaan manusia. Untuk membahas lebih lanjut mengenai isu ini, CfDS berkolaborasi Huawei Indonesia dalam DigiTalk #50 “Artifical Intelligence: Pentingkah Diadopsi oleh Organisasi di Indonesia?” dengan mengundang Usman Niandinata selaku Business Development Director Huawei Indonesia dan dimoderatori langsung oleh Diah Angendari selaku Executive Secretary CfDS. (https://www.youtube.com/watch?v=cqVCdMMteoE) (30/09/2021)

Peran AI dalam Industri

Teknologi AI tanpa kita sadari sebenarnya sudah ada semenjak dahulu kala. Kita pernah mendengar super computer IBM Deep Blue pada tahun 1997 yang secara spesifik dapat mengatur algoritma bermain catur sebagai salah satu wujud dari teknologi AI. AI diinterpretasikan sebagai suatu rangkaian proses pengumpulan dan pengolahan data yang hasilnya mampu memberikan arahan untuk kepentingan pengambilan kesimpulan. Sementara Big data adalah data yang dikumpulkan dari berbagai macam sensor dengan jumlah yang sangat besar yang kemudian ditransfer dan diolah oleh machine learning menjadi berbagai macam kategori. Dalam perkembangannya, AI dianggap telah berhasil membentuk tatanan industri, salah satunya sektor keuangan, bank digital, informasi dan teknologi yang dengan sigap mengadopsi teknologi tersebut.Lebih lanjut, Usman menyatakan bahwa, “Pada akhirnya setiap industri akan mengadopsi AI. Kehadiran pandemi juga menjadi pendorong utama yang memaksa perusahaan mengubah cara kerja tradisional”. Ia juga melihat bahwa adopsi AI tidak terbatas pada organisasi besar dengan sumber yang besar saja. AI bahkan telah sedikit banyak membantu organisasi menengah seperti UKM, khususnya untuk beriklan pada e-commerce maupun sosial media yang merupakan salah satu proses dari ini terdapat peran teknologi AI.

Peran Huawei sebagai Perusahaan Teknologi dalam Pengembangan Intelligent World

Huawei telah berupaya memberikan dampak kepada untuk menciptakan intelligent yang meliputi layanan AI, 5G, dan cloud. Untuk mendukung konektivitas masyarakat Indonesia, Huawei telah menjadi pionir dalam menghadirkan teknologi 5G, bahkan kini sedang mengembangkan 6G. Huawei juga telah membentuk platform AI yakni ModelArts yang berisi template data dan template pengetahuan yang dapat digunakan untuk memprogram logika AI yang terbuka bagi seluruh masyarakat. AI merupakan teknologi yang sudah digunakan sejak lama hadir dalam kehidupan masyarakat. Menurut pengamatan Usman, penerapan AI di Indonesia sudah terbilang cukup maju ketika ditinjau dari perilaku pengguna, seperti penggunaan gadget untuk komunikasi, bekerja ataupun kebutuhan kesehatan dengan aplikasi telemedicine.

Selain keuntungannya, AI juga memberikan tantangan atas perubahan keahliandan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, kecakapan digital menjadi hal yang sangat diperlukan di samping dengan pembangunan infrastruktur. Usman Niandinata mengungkapan pesannya, “Smart People tidak perlu takut dengan kekhawatiran bagaimana komputer menggantikan kerja manusia. Ini adalah sebuah momentum transformasi digital dan kita harus menjadi bagian darinya. Jadikan penyemangat untuk kita mempelajari sesuatu yang baru. Kita harus bisa riding the wave”, tutupnya.

Penulis: Septiana Noor
Editor: Ruth T. Simanjuntak