[SIARAN PERS] Proyek Kolaborasi Center for Digital Society dengan Universitas Groningen | Nuffic Orange Knowledge Programme Research Grant

Yogyakarta, 11 Desember 2020 – Center for Digital Society (CfDS) Universitas Gadjah Mada telah menjadi penerima hibah kolaboratif di bawah Nuffic Orange Knowledge Program untuk proyek ‘Meningkatkan Kapasitas Pendidikan Tinggi untuk Program Studi Keamanan Siber Antardisiplin’. Proyek ini akan diselenggarakan bersama dengan Data Research Center (DRC) University of Groningen/Campus Fryslân, dan akan dimulai pada Januari 2021 hingga Maret 2022.

Proyek ini bertujuan untuk menggabungkan sifat interdisipliner dari Campus Fry Fryslân dalam mendukung CfDS melalui program peningkatan kapasitas untuk staf pengajar dan peneliti di bidang keamanan siber. Selain itu, proyek ini akan memungkinkan kedua institusi untuk berbagi pengalaman dalam konteks perbedaan budaya serta dapat membangun jembatan pertukaran yang berkelanjutan antara peneliti, dosen dan mahasiswa. Oleh karenanya, proyek tersebut juga berupaya untuk memperkuat kolaborasi antar institusi.

DRC dan CfDS akan mengembangkan materi dan kegiatan pelatihan untuk mendukung dua aktivitas utama: 1) peningkatan kapasitas di bidang keamanan siber untuk staf pengajar dan peneliti; dan 2) pengembangan kurikulum untuk program keamanan siber interdisipliner. Pelatihan tersebut akan mendukung terwujudnya program studi keamanan siber interdisipliner di Universitas Gadjah Mada. Selain itu, proyek ini juga akan mendukung pembentukan kursus pelatihan non-gelar bagi para praktisi, pembuat kebijakan, pengambil keputusan dalam administrasi publik, serta pembentukan serangkaian program pelatihan informal untuk kelompok-kelompok marjinal di Indonesia. Hal ini akan mencakup aspek literasi digital dan infrastruktur pengetahuan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang proyek dan pelaksanaannya atau lembaga mitranya, silakan hubungi CfDS (cfds.fisiplol@ugm.ac.id) atau Ruth Tarullyna Simanjuntak (ruth.t.s@ugm.ac.id).

Penulis: Christophorus Ariobumi

Penyunting: Ruth Tarullyna Simanjuntak