- 12/12/2022
- Category: Commentaries ID
Penulis: Ismada Firdaus Mandala Putra
Editor: Jasmine Noor Andretha Putri
Pengusaha Indonesia dapat meningkatkan kerja sama perdagangan dengan kawasan lain, seperti benua Afrika untuk kepentingan bersama. Dalam rangka melakukan pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 di Indonesia, pengembangan pasar digital global bagi para pengusaha perlu ditingkatkan. Perlu digaris bawahi bahwa kemajuan ekonomi suatu negara tidak lepas dari interaksi perdagangan dengan negara-negara lain di dunia. Oleh karena itu, proses peningkatan perdagangan internasional sangat penting untuk dilakukan. Salah satu daerah yang potensial untuk menjadi pasar bagi Indonesia adalah Afrika. Indonesia telah menjalin hubungan erat dengan negara-negara dari Afrika selama beberapa dekade. Konferensi Asia-Afrika yang pertama kali diadakan di Bandung, Indonesia pada tahun 1955, dapat menjadi pengingat bahwa hubungan Indonesia-Afrika telah terjalin sejak lama.
Terlebih lagi ada beberapa alasan yang membuat kawasan Afrika berpotensi menjadi pasar global bagi bisnis berbasis digital. Studi dari Ali dan Ebaidalla menunjukkan bahwa sekitar setengah dari 5.000 perusahaan beberapa negara Afrika seperti Mesir, Maroko, dan Tunisia mengadopsi model bisnis digital selama pandemi Covid-19[i]. Mereka mendigitalisasi bisnis mereka secara signifikan sebagai kunci untuk memulihkan kondisi ekonomi di negara mereka. Apalagi, pengguna internet di Afrika telah mencapai hampir setengah dari total populasi, lebih tepatnya, sebesar 43%[ii]. Selain itu, Pinet dkk berpendapat bahwa pembatasan sosial untuk mencegah penularan Covid-19 telah mendorong masyarakat Afrika untuk menerapkan sistem hybrid antara luring dan daring dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan ekonomi[iii]. Mereka memanfaatkan internet untuk mengakses platform e-commerce untuk melakukan kegiatan ekonomi. Sangat jelas bahwa kawasan Afrika dapat menjadi pasar yang prospektif bagi negara-negara lain, termasuk Indonesia, karena baik dunia usaha maupun masyarakat di sana telah banyak menggunakan internet untuk kegiatan ekonominya.
Menurut penelitian yang dilakukan Nagel dkk (2020) sebagaimana dikutip Ali dan Ebaidalla, penyebaran virus Covid-19 memang telah memunculkan ide untuk bekerja dari rumah dalam rangka melakukan pembatasan fisik dan mencegah penyebaran virus[iv]. Oleh karena itu, para pelaku usaha berpeluang memanfaatkan momentum ini dengan mempercepat digitalisasi untuk memperluas pasarnya secara virtual, khususnya para pengusaha lokal di Indonesia atau yang juga dikenal sebagai pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ini akan menjadi peluang besar bagi UMKM untuk tidak hanya menjual produknya di Indonesia, melainkan juga diperluas cakupannya ke tingkat global atau tepatnya kawasan Afrika dalam konteks ini.
Selanjutnya, Indonesia telah mulai menjalin kerja sama ekonomi dengan negara-negara Afrika melalui peran kedutaan kedua negara. Sebagai contoh, Indonesia dan Ethiopia memiliki platform digital khusus yang disebut Indonesia-Ethiopia Business Connect (IEBC) untuk menjembatani pengusaha di kedua negara sehingga mereka dapat dengan cepat mengetahui permintaan dan penawaran yang ada secara real time[v]. Selain itu, Indonesia dan Kenya juga bekerja sama dengan pembangunan rumah produk Indonesia bernama Soko la Indonesia di Kenya untuk menampilkan ribuan sampel produk Indonesia yang ditawarkan kepada importir Kenya[vi]. Dari contoh tersebut, UMKM dapat bergabung dalam platform tersebut dengan berkoordinasi bersama beberapa pemangku kepentingan seperti kedutaan negara-negara Afrika untuk Indonesia serta Kementerian Luar Negeri Indonesia guna mendapatkan bantuan agar dapat melakukan kerja sama perdagangan dengan negara-negara Afrika. Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan dengan jelas bahwa negara-negara Afrika bisa menjadi target yang tepat bagi para pengusaha lokal dari Indonesia untuk meningkatkan jangkauan pasar mereka dari lokal ke global di dunia pasca pandemi. Ada beberapa alasan untuk mempertimbangkan negara-negara Afrika sebagai tempat yang meyakinkan dalam memasarkan produk Indonesia melalui bisnis berbasis digital. Pertama, sebagian besar pengusaha di sana yang bisa menjadi mitra UMKM di masa depan, telah mendigitalisasi bisnisnya untuk menangani pandemi Covid-19. Kedua, pembatasan fisik membuat konsumsi barang secara digital di Afrika berkembang pesat, yang kemudian meningkatkan penggunaan internet dalam transaksi komersial. Terakhir, ada komitmen kemitraan antara Indonesia dan beberapa negara Afrika untuk bekerja sama di sektor perdagangan internasional melalui program yang diprakarsai dan dikelola oleh kedutaan mereka. Oleh karena itu, kombinasi dari fakta-fakta tersebut, yaitu meningkatnya jumlah pengusaha dan konsumen digital serta kolaborasi masa lalu antara pemerintah Indonesia dan beberapa negara Afrika, diharapkan dapat membuat kawasan Afrika menjadi tempat yang lebih baik untuk membuat produk UMKM Indonesia mendunia.
[i] Ali, M. E. M. and Ebaidalla, E. M. (2022) Does COVID-19 Pandemic Spur Digital Business Transformation in The MENA Region?
[ii] Internet World Stats (2021) Internet Users Statistics for Africa. Available at: https://www.internetworldstats.com/stats1.htm (Accessed: 22 November 2021).
[iii] Pinet, M., Sanyu, P. and Youn, A. (2021) Advancing youth-centred digital ecosystems in Africa in a post-Covid-19 world. London. Available at: http://www.indiaenvironmentportal.org.in/files/file/digisoc yf youth centred digital ecosystems.pdf.
[iv] Ali dan Ebaidalla (2022)
[v] Ministry of Foreign Affairs Republic of Indonesia (2019) Indonesia-Ethiopia Business Connect: Improving Investment and Trade Partnerships between Indonesia and African Region, Ministry of Foreign Affairs Republic of Indonesia. Available at: https://kemlu.go.id/portal/en/read/712/view/indonesia-ethiopia-business-connect-improving-investment-and-trade-partnerships-between-indonesia-and-african-region (Accessed: 22 November 2021).
[vi] Ministry of Foreign Affairs Republic of Indonesia (2021) Soko la Indonesia: Strategi Tingkatkan Ekspor ke Kenya dan Sekitarnya, Ministry of Foreign Affairs Republic of Indonesia. Available at: https://kemlu.go.id/nairobi/id/news/16643/soko-la-indonesia-strategi-tingkatkan-ekspor-ke-kenya-dan-sekitarnya (Accessed: 22 November 2021).