- 20/01/2021
- Category: Uncategorized
Era Disrupsi Digital telah membawa perubahan ke seluruh aspek kehidupan, terutama bidang pekerjaan. Terlebih lagi di masa pandemi seperti ini, peran teknologi beserta seluruh platform di dalamnya sangat dibutuhkan dalam meningkatkan kemampuan serta kinerja individu. Oleh karena itu, Center for Digital Society (CfDS) berkolaborasi dengan BukitVista menyelenggarakan Digitalk #45 dengan tajuk “Elevating Talent Management Through Technology Innovation”. Digitalk kali ini menghadirkan 2 Narasumber, yaitu Jing Cho Yang sebagai CEO Bukit Vista, serta Kharisma G. Arafani sebagai Human Resource Director Bukit Vista. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 15 Januari 2021 dan disiarkan secara langsung melalui platform Gmeet dan Youtube.
Peran Teknologi dalam Peningkatan Manajemen Bakat
Pada sesi awal diskusi, CEO Bukit Vista, Jing Cho Yang menyampaikan materi terkait dengan pentingnya untuk mengetahui 5 tahap dalam employee journey dalam suatu perusahaan. 5 tahap tersebut antara lain kesadaran, maksud, evaluasi, onboarding, serta daya ingat. Seluruh aspek ini saling terkait dan melengkapi satu sama lain demi menciptakan suatu pengalaman bekerja yang maksimal bagi para pegawai. Untuk memaksimalkan employee journey ini, Bukit Vista juga menerapkan inovasi teknologi dalam beberapa aspek, seperti penyelenggaraan BV E-Talk dengan mengundang para narasumber di berbagai bidang untuk meningkatkan kesadaran (awareness) serta kemampuan para pegawai, salah satunya dalam penggunaan Google Analytics untuk menganalisa data dalam memaksimalkan website, serta penggunaan aplikasi seperti Slack untuk komunikasi dan koordinas tim, Trello untuk manajemen proyek serta Tableu untuk menganalisis data dan progres dari setiap proyek yang sedang dilakukan. Jing menyatakan bahwa “seseorang tidak akan mengembangkan keahlian mereka sepenuhnya, jika hanya mengandalkan sumber pembelajaran hanya dari satu sumber saja. Kemampuan mereka harus dilengkapi dengan feedback langsung untuk menjembatani kesejangan proses belajar dan meningkatkan pemahaman pegawai”.
Pengembangan Diri dan Platform Belajar Daring
Pada sesi selanjutnya, HR Director Bukit Vista, Ara, menyampaikan 3 tips yang dapat diterapkan pada diri sendiri untuk meningkatkan kemampuan, yaitu Growth Mindset, Self-Learner, serta Bias to Action. Pola pikir untuk selalu belajar, menumbuhkan rasa keingintahuan yang berasal dari diri sendiri, serta langsung melakukan aksi tanpa keraguan merupakan hal yang sangat penting agar potensi diri dapat terus berkembang. Selain itu, pentingnya untuk memahami potensi dan minat diri merupakan hal yang sangat krusial agar sukses dalam bekerja, yang kemudian dapat dibantu dengan materi-materi pembelajaran dari berbagai platform yang sesuai dengan minat dan potensi masing-masing.
Sesi berikutnya dilanjutkan dengan pertanyaan tentang bagaimana merespon gap yang ada dalam mempelajari ilmu konvensional/praktikal secara daring. Jing kemudian berpendapat bahwa ilmu praktikal seperti memasak, akting, dan negosiasi dapat dipelajari secara daring, namun tentu saja harus dipraktekkan dalam dunia nyata. Jing menekankan mengenai pentingnya feedback cycle, dimana setelah seseorang mempelajari dan mempraktekkan suatu ilmu, maka sangat penting untuk meminta penilaian dan feedback orang lain terhadap hal tersebut. Feedback disini berfungsi seperti ujian dalam sekolah, dimana kompetensi seseorang akan diuji dan feedback diharapkan dapat membawa pengaruh positif untuk memperbaiki dan meningkatkan ilmu yang sedang dipelajari. Oleh karena itu, teknologi memiliki pengaruh yang sangat penting dalam perkembangan ilmu dan kemampuan seseorang, sehingga harus dimanfaatkan sebaik mungkin bagi perkembangan diri.
Penulis: Aldo Rafi
Penyunting: Ruth T. Simanjuntak