[Call for Commentary] Beyond the Ballot: Jalur Unik Kampanye Anies Baswedan di Pemilu 2024

Penulis: Jasmine Noor Putri
Editor: M Perdana Karim

Media sosial selalu memainkan peran penting dalam pemilu, termasuk Pemilu Indonesia 2024. Signifikansinya semakin meningkat dengan munculnya platform populer seperti TikTok dan berkembangnya strategi media sosial yang digunakan tidak hanya oleh calon presiden tetapi juga para pendukungnya. Dengan 66,8 juta penduduk generasi milenial dan 45,8% pemilih Gen Z yang mencakup 56,5% pemilih di Indonesia, media sosial telah muncul sebagai arena utama untuk menjaring pemilih baru atau mempengaruhi pemilih yang sudah ada.[i] Demografi generasi muda yang melek teknologi mulai meninggalkan jejak mereka, menanamkan kekhasan generasi mereka dalam mendukung calon presiden pilihan mereka. Taktik kampanye ini sangat bervariasi, mulai dari dance challenge viral hingga dibuatnya komunitas-komunitas online baru. Di antara taktik kampanye baru tersebut, artikel berfokus kepada ‘K-popfication’ dari kampanye Anies Baswedan di pemilu 2024. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana tim kampanye dan pendukung Anies Baswedan menggunakan unsur K-pop dalam kampanye politiknya di media sosial dan dampak yang ditimbulkannya. Argumen utama dari artikel ini adalah ‘K-popfication’ dalam kampanye politiknya memperkuat daya tarik di media sosial, khususnya di X (sebelumnya dikenal sebagai Twitter).

Viral is Key

Kampanye politik kini sangat bergantung pada media sosial untuk meningkatkan elektabilitas kandidat, karena kemampuannya menjangkau khalayak luas dengan cepat. Dalam konteks pemilu, mendapatkan viralitas menjadi hal yang sangat penting dalam menarik pemilih lebih banyak dan pada akhirnya, mengamankan kemenangan. Peran viralitas dan keaktifan media sosial dalam pemilu bisa dicontohkan dengan kampanye Donald Trump pada pemilu Presiden AS tahun 2016 atau Leni Robredo pada pemilu Presiden Filipina tahun 2022.[ii]

Tren ini terlihat jelas pada pemilu Indonesia tahun 2024, di mana setiap kandidat berusaha menciptakan dan mengembangkan citra online agar menjadi viral dan menarik lebih banyak pemilih. Kampanye Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menggunakan persona “gemoy” dan dance challenge viral untuk menarik perhatian massa. Kampanye Ganjar Pranowo dan Mahfud MD menggunakan video narasi pendek dan salam tiga jari yang populer (03 adalah nomor calon mereka) untuk mencapai viralitas di berbagai platform. Terakhir, tim kampanye Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar memanfaatkan kucing Anies dan mengadakan TikTok live untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat umum. Sebulan sebelum pemilu 14 Februari, Anies mengalami lonjakan popularitas media sosial, khususnya di TikTok dan X, yang didorong oleh streaming TikTok live yang ditonton lebih dari 720.000 kali.[iii] Selama sesi live TikTok perdananya, akun X (@aniesbubble) dibuat, dan dengan cepat mendapatkan status viral. Sejak itu, akun tersebut telah mengumpulkan lebih dari 231.000 pengikut, dan berfungsi sebagai pusat aktivitas dan dukungan kampanye Anies.[iv]

‘K-popfication’ dari politik: Kasus Kampanye Presiden Anies Baswedan

Penggemar K-pop seringkali aktif dalam dunia politik, memanfaatkan platform besar mereka untuk mengadvokasi obyektif politik, seperti gerakan #BlackLivesMatter pada tahun 2020.[v] Namun, dalam konteks kampanye Anies, muncul perubahan unik di mana topik-topik yang tidak berhubungan dengan K-pop justru didekati dengan cara yang sama dengan konten K-pop. Bagian ini menjelaskan tiga contoh bagaimana pendukung Anies mengintegrasikan budaya K-pop ke dalam kampanye digitalnya, yaitu melalui AniesBubble, HaveAniesDay, dan Olppaemi Project.

  1. Anies Bubble

Akun X @aniesbubble dibuat saat sesi TikTok live perdana Anies pada bulan Desember 2023, di mana  klip-klip pilihan dari siaran live tersebut diposting dengan terjemahan bahasa Korea. Pada akhirnya, akun tersebut memposisikan dirinya sebagai akun khusus untuk mengampanyekan Anies Baswedan. Dalam budaya K-pop, akun terjemahan dibuat oleh penggemar untuk menerjemahkan konten media sosial idola mereka ke dalam berbagai bahasa dan untuk membantu mengkomunikasikannya kepada penggemar global. Mereplika akun penggemar terjemahan (atau ‘bubble’) grup K-pop, AniesBubble memposting ulang klip pendek dari TikTok live Anies dengan teks Korea di tweet mereka, mengubah budaya fandom agar sesuai dengan konteks Anies.

Tweet viral Anies Bubble dari klip live TikTok miliknya dengan caption berbahasa Korea

Admin dari akun-akun terjemahan ini biasanya mengikuti sebuah format untuk memposting terjemahan dan memberikan emoji yang mewakili seorang idola K-pop dalam tweet mereka. AniesBubble mengadopsi emoji burung hantu sebagai simbol representasi Anies, yang kemudian dimanfaatkan para pendukungnya untuk merepresentasi Anies atau dukungan mereka terhadapnya di media sosial. Dari akun kecil yang terinspirasi oleh budaya K-pop, AniesBubble berkembang menjadi komunitas online yang besar bagi para pendukungnya, memperkuat kehadiran media sosialnya melalui update kampanye secara real-time, program kampanye offline dan inisiatif lainnya. Akun ‘updates’ terpusat ini mencerminkan akun penggemar grup K-pop pada biasanya, sehingga memudahkan akses bagi pendukung baru Anies-Imin untuk mendapat informasi terbaru tentang aktivitas mereka.

Contoh tweet akun terjemahan grup K-pop, format yang juga digunakan Anies Bubble

  1. HaveAniesDay

HaveAniesDay berfungsi sebagai akun kedua AniesBubble, yang digunakan sebagai akun untuk proyek inisiatif AniesBubble. Jika AniesBubble memberikan update kampanye secara umum, HaveAniesDay melaksanakan proyek kampanyenya. Ini termasuk pembuatan merchandise, filter Instagram, dan pendirian situs web mereka, haveaniesday.com. Website tersebut memuat informasi lengkap tentang pencalonan Anies, janji kampanye, prestasi sebelumnya, sampai rekomendasi pribadi dari Anies. Pengumuman peluncuran situs web tersebut mendapat lebih dari 66.000 likes di X.[vi] Hal ini mencerminkan juga perilaku penggemar K-pop, di mana penggemar membuat situs web khusus untuk idola mereka di platform seperti Notion atau Carrd.

Situs web Haveaniesday.com

  1. Proyek Olppaemi

Proyek Olppaemi terdiri dari sekelompok pendukung Anies-Imin (juga dikenal sebagai Humanies) yang menyelenggarakan acara kampanye yang mengingatkan pada event-event K-pop.[vii] Mereka mengatur penempatan videotron, acara kafe, pameran, dan mengirimkan truk makanan ke kampanye Anies-Imin. Melalui saluran media sosial, mereka mengumpulkan donasi melebihi Rp200.000.000 untuk inisiatif ini, menunjukan kemampuan untuk menerjemahkan dukungan online menjadi hasil kampanye yang nyata.[viii] Terinspirasi oleh acara K-pop seperti cafe events dan pemberian truk makanan, inisiatif ini mendapat liputan media cukup banyak dan juga mendapat dukungan dari Anies sendiri.[ix]

Truk makanan diatur oleh Proyek Olppaemi

Refleksi ‘K-popfication’ dari Kampanye Anies-Imin

Meski Anies dan Imin kalah dalam pemilu presiden 2024 akun-akun di atas tetap menyuarakan dukungannya terhadap Anies dan Imin. AniesBubble bahkan mengadakan sesi X space langsung bersama Anies mengenai partisipasi pemuda dalam politik. Anies juga mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan mereka selama masa kampanye. Salah satu hal menarik adalah akun dukungan Anies ini dibuat secara sukarela dan tanpa afiliasi sebelumnya dengan tim kampanye Anies-Imin. Anies sendiri memuji pertumbuhan organik dari inisiatif kampanye ini, dan menggarisbawahi munculnya peluang lebih besar bagi keterlibatan pemuda dalam proses politik.[x]

Media Korea Selatan juga memperhatikan ‘K-popfication’ kampanye Anies-Imin, menyoroti pemanfaatan promosi yang terinspirasi K-pop melalui dukungan truk makanan dan julukan “Park Ahn Nice” yang diberikan kepada Anies oleh para pendukungnya.[xi] Pada akhirnya, ‘K-popfication’ pada kampanye presiden Anies-Imin berfungsi sebagai sarana untuk melibatkan pemilih muda secara aktif dalam politik dengan mengembangkan proyek kampanye yang menyenangkan dan konten media sosial yang trending. Evolusi fenomena ini dalam beberapa bulan terakhir menandakan bahwa peran taktik lebih dari sekedar alat kampanye politik, namun juga menjadi katalis peningkatan keterlibatan generasi muda dalam ranah politik. Integrasi budaya K-pop ke dalam kampanye presiden Anies Baswedan pada tahun 2024 di Indonesia menunjukan perkembangan baru terhadap keterlibatan politik nasional, khususnya di kalangan demografi pemuda. Melalui platform seperti AniesBubble, HaveAniesDay, dan Proyek Olppaemi, para pendukung secara kreatif memanfaatkan praktik K-pop untuk mendukung pencalonan Anies dan Imin, memperkuat kehadiran mereka di media sosial, dan mendorong inisiatif kampanye baru. Terlepas dari hasil akhir pemilu, warisan dari kampanye ‘K-popfication’ mereka terletak pada kemampuannya untuk menggalang semangat pemilih muda dan menumbuhkan keterlibatan akar rumput dalam proses politik. Fenomena ini telah melampaui kampanye tradisional, dan menyoroti kekuatan transformatif dari perpaduan budaya dalam wacana politik modern.


[i] Wahid, A. (2024)Apakah Perombakan Tiktok yang dilakukan Prabowo Subianto berdampak pada hasil pemilu Indonesia?,Wartawan ANU. Tersedia di: https://reporter.anu.edu.au/all-stories/did-prabowo-subiantos-tiktok-makeover-impact-the-indonesian-election-results (Diakses: 13 Maret 2024).

[ii] Rosemary, P. (2022)Anak muda Filipina menggunakan musik dan fandom dalam pemilu,KEBURUKAN. Tersedia di: https://www.vice.com/en/article/v7dkkj/philippines-president-elections-ppop-kpop-fandom-genz (Diakses: 14 Maret 2024).

[iii] Baharudin, H., Arshad, A. dan Sorieaatmadja, W. (2024)Avatar, Buzzer, dan Kucing: Bisakah menjadi viral memenangkan pemilu kandidat Indonesia?,Selat Times. Tersedia di: https://www.straitstimes.com/multimedia/graphics/2024/01/indonesia-election/index.html?shell (Diakses: 16 Maret 2024).

[iv] Adas manis (@aniesbubble) · x (nd)X. Tersedia di: https://twitter.com/aniesbubble (Diakses: 16 Maret 2024).

[v] Putri, J. (2020) Bentuk Alternatif Aktivisme Pemuda?: Bagaimana Pengguna Tiktok & Penggemar K-pop Mengerjai Donald Trump di Rapat Umum – Center for Digital Society,Center for Digital Society Universitas Gadjah Mada. Tersedia di: https://digitalsociety.id/2020/09/23/an-alternative-form-of-youth-activism-how-tiktok-users-k-pop-stans-pranked-donald-trump-at-his -rally/3027/ (Diakses: 14 Maret 2024).

[vi]  Adas manis(@aniesbubble). (2024) [Twitter] 12 Februari. Tersedia di:https://x.com/aniesbubble/status/1757072967929127393?s=20 (Diakses: 14 Maret 2024)

[vii] Putriningtias, A. (2024)Semarak Kampanye Akbar, Olppaemi Project buka exhibition Anies Baswedan,Medcom.id. Tersedia di: https://www.medcom.id/gaya/community/PNgaa1Ak-semarak-kampanye-akbar-olppaemi-project-buka-exhibition-anies-baswedan (Diakses: 14 Maret 2024).

[viii] Proyek Olppaemi (@olpproject). (2024) [Twiter] 16 Januari. Tersedia di:https://x.com/olpproject/status/1747281749296783716?s=20 (Diakses: 14 Maret 2024)

[ix] Saubani, A. (2024)Olppaemi Project Penuhi Janji Kirim food truck di acara desak anies, Anies Terharu,Republika Daring. Tersedia di: https://pemilukita.republika.co.id/berita/s7g4lp409/olppaemi-project-penuhi-janji-kirim-food-truck-di-acara-desak-anies-anies-terharu (Diakses: 14 Maret 2024 ).

[x] Putra, H.R. (2024)Anies Baswedan Ke Pendukungnya di Anies Bubble: You are making a revolution,Waktu. Tersedia di: https://nasional.tempo.co/read/1837856/anies-baswedan-ke-pendukungnya-di-anies-bubble-you-are-making-a-revolution (Diakses: 15 Maret 2024).

[xi] Media Korsel Soroti julukan K-pop anies, Bahas Juga Prabowo Dan Ganjar (2024)CNN Indonesia. Tersedia di: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20240212144815-113-1061505/media-korsel-soroti-julukan-k-pop-anies-bahas-juga-prabowo-dan-ganjar (Diakses: 15 Maret 2024 ).