- 20/12/2023
- Category: Siaran Pers
Yogyakarta, (9/11/23) – Sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas literasi digital masyarakat di Indonesia, Center for Digital Society (CfDS) UGM kembali menghadirkan rangkaian Program Literasi Digital untuk Kuliah Kerja Nyata (Proliner) seri ke-9. Program bermodel training of trainer (ToT) ini ditujukan kepada para peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara gratis. Tahun ini, program tersebut dilaksanakan pada 8-9 Oktober 2023 secara daring, menghadirkan serangkaian materi yang relevan untuk calon peserta KKN di seluruh Indonesia.
Di hari pertama pelaksanaannya, para peserta dibekali materi oleh Rizka Herdiani (Peneliti CfDS UGM) yang berfokus pada materi Literasi Keuangan Digital seputar risiko dan pemanfaatan ekosistem keuangan digital, dan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan oleh Alferdo Putrawidjoyo (Peneliti CfDS UGM) dengan topik Keamanan Data Pribadi untuk membantu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga data pribadi di internet.
Dilanjutkan pelaksanaan di hari kedua, sesi kelas ketiga dibuka oleh Perdana Karim yang membawakan materi tentang Misinformasi dalam Krisis Iklim: Urgensi bagi Masyarakat Lokal dan ditutup oleh Noel Silalah dengan pemaparan materinya mengenai Literasi Digital dalam Pemilu di sesi terakhir.
Sejak diluncurkannya di tahun 2020, Proliner telah melibatkan trainer profesional dan lebih dari 3000 mahasiswa universitas di seluruh Indonesia untuk bersinergi memberikan dampak dalam era transformasi digital saat ini.
“Program Proliner menjadi salah satu cara CfDS bersama stakeholder lainnya untuk dapat meningkatkan indeks literasi digital masyarakat Indonesia secara lebih luas, sebagai bentuk penyelarasan dengan perkembangan teknologi digital di masa kini,” ujar Iradat Wirid selaku Deputy Executive Secretary CfDS UGM.
Sebagai sosok agent of change, para mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) melakukan aksi pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan dampak dan menebar kebermanfaatan. Selama kegiatan KKN berlangsung, mahasiswa akan berbaur dan turut ikut menjalani kehidupan di daerah setempat. Di sinilah mahasiswa diharapkan dapat memberikan sumbangsih berupa ide dan inovasi baru dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah, salah satunya pada penyebaran urgensi peningkatan literasi digital untuk terciptanya ekosistem digital yang aman dan inklusif.
“Melalui program ini, diharapkan seluruh materi pembelajaran dapat menjadi bekal bagi saya dan para mahasiswa lainnya untuk berkontribusi serta mendorong perubahan dalam menyambut era transformasi digital,” ungkap salah satu peserta Proliner dari Universitas Negeri Yogyakarta.
CfDS UGM melalui Proliner berusaha untuk selalu menghadirkan berbagai macam topik dan materi yang relevan di setiap tahunnya. Telah diselenggarakan sebanyak 9 kali sejak tahun 2020, jumlah angka peserta program menunjukkan kenaikan yang signifikan, dengan total jumlah peserta hingga pada tahun ini sebanyak 950 mahasiswa yang berasal dari berbagai universitas di seluruh Indonesia. Ini menandakan adanya kepedulian bersama yang ditunjukkan oleh berbagai pihak, utamanya para mahasiswa, untuk dapat berkontribusi dalam mengedukasi dan mempercepat transformasi digital di Indonesia
.